5 Populer Regional: Stok BBM 20 Hari Picu Panic Buying - Viral Pasangan Beda Usia 23 Tahun
Pernyataan Bahlil soal stok BBM 20 hari picu panic buying, sementara di Sragen viral pernikahan mantan guru dan murid beda usia 23 tahun.
Sisil yang bekerja sebagai pengemudi ojek online terpaksa menunggu lama karena membutuhkan pemasukan harian.
"Aku sendiri juga takut, tapi punyaku tinggal dua strip. Kalau masih empat strip mungkin aku tidak ngantre," katanya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan masyarakat tak perlu panic buying karena persediaan BBM di Jember mencukupi.
"Tidak perlu panik. Stok kita aman dan melimpah. Kami bersama Pertamina tidak akan tinggal diam jika ada peningkatan kebutuhan; stok akan langsung ditambah jika diperlukan," ucapnya.
2. Pengakuan Eks Karyawan Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq: Di-PHK Lisan Tanpa Pesangon, Gaji Dipotong
Kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah terus menjadi sorotan dalam dinamika politik dan pemerintahan di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan praktik penyalahgunaan kekuasaan masih menjadi persoalan serius di tingkat pemerintahan daerah.
Baru-baru ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).
Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjaring OTT KPK.
Fadia Arafid kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun 2023-2026.
PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) didirikan pada tahun 2022 atau satu tahun setelah Fadia Arafiq menjabat sebagai Bupati Pekalongan.
Perusahaan tersebut didirikan sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa yang aktif menjadi vendor di Pemkab Pekalongan.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai 'Perusahaan Ibu' karena dikelola keluarga Fadia Arafiq.
Perusahaan tersebut dibentuk suami Fadia Arafiq, Mukhtaruddin Ashraff Abu dan anaknya Muhammad Sabiq Ashraff.