Iran Vs Amerika Memanas
Harap-harap Cemas Keluarga Pelaut Indonesia usai Ledakan Kapal di Timur Tengah
Ledakan tugboat di Selat Hormuz membuat keluarga awak kapal di Indonesia cemas. Hingga kini mereka masih menunggu kabar pasti dari pemerintah.
Ringkasan Berita:
- Tugboat Musaffah 2 dilaporkan meledak di Selat Hormuz, Timur Tengah.
- Sejak insiden, keluarga awak kapal di Indonesia belum mendapat kabar terbaru.
- Salah satu yang menunggu adalah keluarga Kapten Miswar asal Luwu, Sulawesi Selatan.
- Keluarga sempat cemas karena banyak informasi simpang siur di media sosial.
- Mereka kini memilih menunggu kabar resmi dari perusahaan dan KBRI.
TRIBUNNEWS.COM - Ledakan kapal tugboat Musaffah 2 di perairan Selat Hormuz, Timur Tengah, menyisakan kecemasan bagi keluarga para awak kapal di Indonesia.
Sejak insiden yang dilaporkan terjadi pada Jumat (6/3/2026) pukul 02.00 waktu setempat, keluarga para pelaut belum mendapatkan kabar terbaru mengenai kondisi para awak kapal.
Salah satu keluarga yang masih menunggu kepastian adalah keluarga Kapten Miswar Paturusi (50), pelaut asal Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kapten Miswar dilaporkan hilang setelah informasi awal menyebutkan kapalnya terkena ranjau laut.
Miswar disebut sempat menghubungi istrinya pada Rabu (4/3/2026), sebelum komunikasi terputus.
"Beliau bilang GPS kapal error. Katanya seperti melihat sesuatu di sekitar kapal dan sempat meminta panduan," ujar kerabat Miswar, Sumarlin (41).
Sementara itu, istri Kapten Miswar, Marliani Ahmad (47) mengatakan, pihak keluarga baru sekali menerima kabar melalui telepon dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat, Oman, pada Sabtu (7/3/2026), setelah insiden terjadi.
Sejak saat itu, belum ada informasi lanjutan yang diterima pihak keluarga mengenai kondisi para awak kapal.
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, keluarga menahan rasa khawatir sambil menunggu kabar resmi.
Kepada Tribun-Timur.com, Marliani sempat mengaku syok saat pertama kali mendengar kabar soal kapal yang ditumpangi suaminya.
Terlebih saat informasi yang beredar di media sosial dan pesan berantai yang sempat membuat keluarga makin cemas.
Baca juga: Sosok Miswar Maturusi, Kapten Kapal Musaffah 2 yang Jadi Korban Ledakan di Selat Hormuz
Di tengah situasi yang kalut, anak sulungnya, Muhammad Qiratul Miswar seakan menjadi lentera keluarga.
Qiratul Miswar yang bertugas di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai anggota kepolisian menenangkan ibunya.
"Anak saya bilang, Ibu tenang dulu. Jangan dulu termakan informasi yang belum jelas,"
"Tunggu kabar dari perusahaan dan KBRI," kata Marliani saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/3/2026).