Kamis, 23 April 2026

Kapolda Aceh Kawal Percepatan Hunian Tetap dan Huntara Bagi Warga Korban Bencana

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mendorong percepatan pembangunan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Tribunnews.com/HO/Tribunnews.com
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah meninjau pembangunan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mendorong percepatan pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana agar segera menempati rumah layak menjelang Idulfitri.
  • Pemerintah bersama berbagai pihak berkomitmen mempercepat pembangunan hunian tetap maupun sementara sebagai bagian dari pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mendorong percepatan pembangunan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Upaya ini dilakukan agar masyarakat terdampak dapat segera menempati rumah yang layak dan kembali merasakan kebersamaan bersama keluarga saat menyambut Hari Raya Idulfitri.

Menurut Kapolda momentum Idulfitri yang identik dengan silaturahmi dan kebersamaan keluarga menjadi perhatian penting dalam percepatan pembangunan hunian tersebut.

Pemerintah bersama berbagai pihak berupaya memastikan warga tidak lagi merayakan hari kemenangan dalam kondisi pengungsian, melainkan dapat menyambut Lebaran dengan lebih tenang di tempat tinggal yang aman dan layak.

“Menjelang Hari Raya Idulfitri, kami menyampaikan perkembangan pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat proses pemulihan di berbagai wilayah Aceh,” ujar Marzuki Ali Basyah, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan data per 10 Maret 2026 pukul 17.30 WIB, Kapolda menjelaskan progres pembangunan hunian tetap (huntap) yang dikerjakan Polri terus berjalan sesuai tahapan teknis di lapangan.

Pembangunan rumah dengan metode precast telah mencapai 72 persen.

Sementara itu, pembangunan rumah dengan sistem panel instan telah menyelesaikan seluruh struktur dinding atau mencapai 100 persen dan kini memasuki tahap penyempurnaan fasilitas pendukung.

Selain itu, pembangunan rumah berbahan kayu juga terus berjalan untuk melengkapi kebutuhan hunian masyarakat terdampak.

“Adapun pembangunan rumah kayu telah terealisasi sebesar 12 persen dan terus dikerjakan secara berkelanjutan, termasuk penambahan fasilitas penunjang bagi kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Selain hunian tetap, penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga terus dioptimalkan.

Sejumlah unit yang telah selesai dibangun kini mulai ditempati warga secara bertahap sehingga masyarakat tidak lagi harus bertahan di lokasi pengungsian darurat.

“Sejumlah unit hunian sementara yang telah selesai dibangun saat ini sudah mulai ditempati secara bertahap oleh masyarakat,” kata Kapolda.

Kapolda menambahkan pemerintah bersama seluruh unsur terkait juga memastikan hunian yang dibangun dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai agar masyarakat dapat tinggal dengan aman dan nyaman.

“Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus memastikan kelayakan fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, listrik, serta keamanan lingkungan hunian,” ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved