Selasa, 21 April 2026

Dari YouTube ke Panggung Wayang, Perjalanan Dani Eko Setiawan Jadi Dalang di Usia 18 Tahun

Dani Eko Setiawan, pemuda asal Muntilan, Magelang, menekuni dunia pedalangan secara otodidak sejak 2018, kini tampil sebagai dalang di berbagai acara.

Istimewa
DALANG MUDA - Potret Dani Eko Setiawan saat tampil menjadi dalang dalam sebuah pertunjukan wayang. Dani Eko Setiawan, pemuda asal Muntilan, Magelang, menekuni dunia pedalangan secara otodidak sejak 2018, kini tampil sebagai dalang di berbagai acara. 

Ringkasan Berita:
  • Dani Eko Setiawan, pemuda asal Muntilan, Kabupaten Magelang, menekuni dunia pedalangan setelah tertarik melihat pertunjukan wayang saat masih bersekolah di SMKN 1 Salam.
  • Ia belajar secara mandiri melalui YouTube, radio, dan dari dalang senior hingga akhirnya mulai tampil sebagai dalang pada 2021 di berbagai acara.
  • Bagi Dani, pedalangan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga bagian dari jalan hidup yang ingin terus ia kembangkan.

TRIBUNNEWS.COM - Wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat Jawa.

Di balik setiap pertunjukan wayang, seorang dalang memegang peran penting dalam menghidupkan cerita.

Ia juga menyampaikan nilai-nilai kehidupan sekaligus memadukan berbagai unsur seni di atas panggung.

Di tengah perkembangan zaman dan arus digitalisasi, minat untuk menekuni dunia pedalangan tetap tumbuh di kalangan generasi muda.

Salah satunya adalah Dani Eko Setiawan, pemuda asal Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang memilih menapaki jalan sebagai dalang.

Ia lahir di Magelang pada 9 Juni 2003.

Dani mulai menaruh minat pada seni pedalangan sejak masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan di SMKN 1 Salam Magelang.

Awal Ketertarikan pada Dunia Pedalangan

Ketertarikan Dani terhadap dunia pedalangan bermula ketika ia menyaksikan sebuah pagelaran wayang pada tahun 2018.

Pertunjukan tersebut memunculkan rasa ingin tahunya terhadap seni yang memadukan cerita, musik, dan pergerakan tokoh wayang.

Dari situ, Dani mulai tertarik mempelajari dunia pedalangan lebih dalam.

“Mulai tertarik sejak melihat pagelaran wayang waktu masih sekolah sekitar tahun 2018,” ujar Dani kepada  Tribunnews, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Perjuangan Gabriel Dalang Cilik Anak Tukang Rosok, Lestarikan Budaya di Tengah Keterbatasan yang Ada

Menurutnya, pedalangan merupakan seni yang sangat kompleks karena melibatkan banyak unsur dalam satu pertunjukan.

“Dalam seni pedalangan ada seni karawitan, seni tari yang memengaruhi gerak wayang, seni rupa, dan yang utama olah vokal,” jelasnya.

Belajar Pedalangan dari YouTube dan Radio

dalang dani eko setiawan zz
DALANG MUDA - Potret Dani Eko Setiawan saat tampil menjadi dalang dalam sebuah pertunjukan wayang. (Tribunnews.com/IST)

Meski tertarik menjadi dalang, Dani tidak berasal dari keluarga seniman pedalangan.

Ia pun memilih belajar secara mandiri untuk memahami dunia wayang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved