Senin, 13 April 2026

Lebaran 2026

Urai Macet Lebaran, Tol Japek II Selatan Fungsional Mampu Tampung 2.000 Kendaraan per Jam

Tol fungsional Japek II Selatan disiapkan untuk arus balik Lebaran 2026 dengan kapasitas hingga 2.000 kendaraan per jam guna bantu mengurai kepadatan

Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
JALAN TOL JAPEK II - Jalur fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan siap dioperasikan untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2026. Foto Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantodi kawasan Simpang Susun Dawuan KM 66, Purwakarta, Kamis (12/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ruas tol fungsional Japek II Selatan disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik Lebaran 2026 
  • Jalan tol ini diperkirakan mampu menampung hingga 2.000 kendaraan per jam melalui satu lajur yang dinilai paling aman 
  • Kehadiran jalur ini diharapkan membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga kemacetan di ruas tol utama dapat berkurang secara signifikan

Laporan Wartawan Tribunnews.com Mario Christian Sumampow
 
TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Ruas tol fungsional Japek II Selatan disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik Lebaran 2026.

Jalan tol ini diperkirakan mampu menampung hingga 2.000 kendaraan per jam sehingga diharapkan bisa mengurangi kemacetan di jalur utama.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto mengatakan kapasitas tersebut dihitung berdasarkan penggunaan satu lajur yang dianggap paling aman.

"Jadi prediksinya adalah maksimal kapasitas yang bisa memasuki ini adalah 2.000 kendaraan," kata Rivan di kawasan Simpang Susun Dawuan KM 66, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026).

"Contoh di kilometer 66 adalah sekitar 5.000, 5.500 kan sudah mulai padat, atau melebihi itu, nah akhirnya harus dibuat contraflow gitu. Jadi bisa terurai di sini," sambung dia. 

Baca juga: Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Pengiriman Sepeda Motor Melalui Kereta Mulai Meningkat

Ia menjelaskan, keberadaan jalur fungsional ini dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga kepadatan di ruas tol utama bisa berkurang.

Rivan menyebut dampak penguraian kepadatan memang tidak terlalu besar, namun tetap signifikan ketika volume kendaraan meningkat tinggi.

"Sebutulnya enggak sampai 40 persen. Tapi kalau misalkan ekstremnya gitu ya, sampai kepadatan bisa sampai dengan 7.000 kan, lumayan juga 32 persen lumayan, sangat signifikan terhadap penguraian," ujarnya.

Menurutnya, pengoperasian tol fungsional ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik.


Terutama ketika volume kendaraan meningkat selama periode Lebaran 2026. 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved