Deputi Kemenkop Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Akuntabel di Koperasi
H. O. Siagian menegaskan pentingnya pengawasan dan tata kelola transparan dalam koperasi saat RAT KSP Graha Arsindi di Slawi
Ringkasan Berita:
- Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi, H. O. Siagian, menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dalam tata kelola koperasi saat RAT KSP Graha Arsindi di Slawi
- Ia menyebut koperasi sehat tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari transparansi laporan, kepatuhan regulasi, dan sistem pengawasan yang kuat
- Forum tersebut juga menyoroti pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan layanan dan memperkuat manajemen koperasi
TRIBUNNEWS.COM, TEGAL - Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi, Dr. Ir. H. O. Siagian, M.Sc., mengingatkan pentingnya pengawasan yang berkelanjutan dalam tata kelola koperasi.
Ia menekankan bahwa koperasi yang sehat tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kualitas tata kelola, kedisiplinan pelaporan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Menurutnya, sistem pengawasan yang kuat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan lembaga koperasi.
"Tata kelola yang akuntabel, transparansi dalam penyusunan laporan keuangan, serta kepatuhan terhadap aturan merupakan elemen utama untuk menjaga kepercayaan anggota dan publik," katanya saat RAT Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Graha Arsindi di Syailendra Convention Hall, Grand Dian Hotel Slawi, Sabtu (7/3/2026).
Sejumlah pejabat dan tokoh lain yang hadir adalah Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi yang diwakili oleh Tenaga Ahli Bidang Digitalisasi James Martua Purba, S.M., M.A.B., Wakil Bupati Brebes Wurja, S.E., perwakilan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah Eko Pristiawan, S.E., serta Penasehat KSP Graha Arsindi Ariston Tua Sidauruk, S.E., M.M.
Turut hadir pula sebagai tamu undangan perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Brebes Sapto Aji Pamungkas, S.E., Kepala Bidang Koperasi, serta perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Tegal Endang Susilowati.
Baca juga: Rapat Bahas Koperasi Desa Merah Putih Ditunda, Komisi VI DPR Tunggu Penjelasan Dirut Agrinas
Siagian menambahkan, fungsi pengawasan tidak seharusnya dipandang semata sebagai mekanisme kontrol atau koreksi terhadap kesalahan. Lebih dari itu, pengawasan berperan sebagai instrumen perlindungan bagi organisasi agar mampu mengantisipasi berbagai risiko usaha yang mungkin muncul di masa depan.
“Pengawasan yang berjalan dengan baik akan membantu koperasi menjaga stabilitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kepercayaan anggota,” ujarnya dalam forum tersebut.
James Martua Purba, S.M., M.A.B., yang mewakili Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, menyoroti bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan strategis bagi pengembangan koperasi modern.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu koperasi meningkatkan kualitas layanan kepada anggota sekaligus memperkuat sistem manajemen internal.
Digitalisasi memungkinkan proses administrasi berjalan lebih cepat, data lebih akurat, serta pengawasan internal dapat dilakukan secara lebih sistematis.
“Transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi langkah strategis agar koperasi tetap relevan dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada anggotanya,” jelasnya.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., menyampaikan apresiasi atas kontribusi KSP Graha Arsindi dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Ia menilai koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya dalam menyediakan akses pembiayaan dan layanan keuangan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan koperasi yang dikelola secara profesional dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap koperasi seperti KSP Graha Arsindi dapat terus berkembang secara sehat dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RAT222222.jpg)