Jumat, 8 Mei 2026

Polisi di Manggarai NTT Berlutut Memohon Agar 2 Kelompok Warga Tidak Bentrok, Ini Kata Camat

Gesekan tersebut diduga karena persoalan keluarga yang belum terselesaikan sampai sekarang. 

Tayang:
Penulis: Erik S
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES. COM/ARNOLDUS WELIANTO
MEMOHON DAMAI- Seorang anggota Polres Manggarai berlutut dan mengatupkan tangan di hadapan massa yang nyaris terlibat perang tanding di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (16/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dua kelompok warga di Ruteng, Kabupaten Manggarai nyaris bentrok di Jalan Trans Flores akibat konflik keluarga dan sengketa tanah ulayat.
  • Seorang polisi berlutut di tengah jalan sambil memohon agar kedua kubu menghentikan rencana perang tanding.
  • Polisi dan pemerintah daerah kemudian turun tangan dan merencanakan mediasi untuk menyelesaikan konflik tersebut

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG-  Seorang anggota polisi berlutut demi menghentikan bentrok atau perang tanding di Desa Bula, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (16/3/2026) pagi. 

Dua kelompok warga, yakni warga Gendang Kaca dan Gendang Bung Leko, nyaris terlibat perang tanding di jalan raya tepatnya di ruas Jalan Trans Flores jalur Ruteng-Labuan Bajo. 

Ketegangan ini terekam dalam unggahan video akun Facebook @Hendrik Ilo yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak kedua kubu sudah saling berhadapan dengan membawa berbagai senjata tajam.

Berdasarkan pantauan dari rekaman video, warga dari kedua belah pihak tampak mengenakan pakaian sehari-hari yang dipadukan dengan atribut adat, seperti ikat kepala kain dan peci khas Manggarai.

Masing-masing kelompok terlihat membekali diri dengan parang, tongkat panjang yang diduga tombak, serta batu. Massa sudah memadati badan jalan dan dalam posisi siap bentrok.

Dalam situasi yang emosional tersebut, seorang anggota polisi melakukan tindakan persuasif dengan berlutut di aspal sambil mengatupkan tangan. 

Ia memohon kepada kedua kubu agar menahan diri dan tidak melakukan kekerasan. Sementara itu, rekan polisi lainnya terus memberikan imbauan agar massa segera mundur.

Persoalan Keluarga

Gesekan tersebut diduga karena persoalan keluarga yang belum terselesaikan sampai sekarang. 

"Betul tadi nyaris terjadi perang tanding bagi warga di kampung. Ini karena mereka ada sedikit permasalahan yang sudah lama dan masalah ini antara saudara laki-laki-saudara perempuan. Mereka ini masih 1 keluarga dan tinggal di lokasi yang sama juga," kata Camat Ruteng Hendrik Hieronimus Sukaria.

Camat Hendrik juga mengatakan, ada persoalan yang belum terselesaikan, namun Hendrik belum bisa membeberkan persoalan itu. 

"Nanti pada saatnya akan dibuka. Rencananya akan ada mediasi di tingkat kabupaten oleh Pemda Manggarai dalam hal ini Bupati Manggarai. Nanti di situlah dibentangkan akar permasalahanya,"ujarnya. 

Camat Hendrik juga menyampaikan terima kasih kepada Polres Manggarai yang gerak cepat bersama Pemda Manggarai Timur melakukan pengamanan di lokasi, sehingga situasi dapat kembali kondusif. 

Baca juga: Kearifan Lokal, Kapolres Baru Manggarai Disambut Adat Curu dan Kapu

"Tadi hadir langsung Bapak Kapolres, dari Brimob Ruteng dan juga dari Pemda Manggarai Bapak Kepala Kesbangpol. Situasi saat ini sudah kondusif,"ujarnya. 

Kapolres Terjun Langsung

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved