Rabu, 15 April 2026

Bentrok Pemuda di Kota Tual Maluku, Kapolres Kena Panah saat Lerai Massa

Kapolres Kota Tual terkena panah di kaki saat melerai massa yang bentrok pada Selasa (24/2/2026). Dia sudah mendapat perawatan di rumah sakit.

Ringkasan Berita:
  • Bentrokan yang melibatkan pemuda terjadi di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku, pada Selasa (24/2/2026).
  • Adapun penyebab terjadinya bentrok karena konflik lama.
  • Sementara, bentrokan mengakibatkan jatuhnya korban luka yakni Kapolres Kota Tual, AKBP Whansi dan seorang massa berusia 19 tahun.
  • Whansi terluka di kakinya akibat terkena panah. Sementara korban lainnya juga terluka di kaki.
  • Kini situasi di lokasi telah kondusif tetapi polisi tetap berjaga.

TRIBUNNEWS.COM - Bentrokan yang melibatkan dua kelompok pemuda pecah di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku, pada Selasa (24/2/2026).

Dikutip dari Tribun Ambon, peristiwa bermula ketika sekelompok pemuda dari Desa Fiditan Baru dan Fiditan Lama turun ke jalan pada Selasa sore pukul 16.59 WIT.

Lalu, mereka saling serang dengan menggunakan berbagai senjata seperti panah, parang, dan bom molotov.

Sesaat setelah itu, aparat kepolisian langsung turun untuk mengajak massa menyudahi bentrok.

Namun, ajakan itu seakan tidak digubris massa yang berujung bentrokan semakin tak terkendali.

Akibatnya, polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata.

Baca juga: Sudah Damai, Danpuspom Mayjen Yusri Nuryanto Ungkap Penyebab Bentrok TNI-Polri di Papua Selatan

Beberapa saat kemudian, Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro mengambil alih kendali lapangan demi memastikan penanganan berjalan terukur.

Hanya saja, saat tengah menenangkan massa, Whansi terkena anak panah di bagian lutut kaki kiri.

Selain itu, ada korban luka lainnya yakni pemuda dari Fiditan Baru berusia 19 tahun.

Ia mengalami luka di bagian kaki akibat bentrokan tersebut.

"Keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk penangan medis," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi.

Situasi Sudah Kondusif, Polisi Tetap Berjaga

Rositah mengatakan situasi di lokasi bentrokan telah berangsur kondusif. Kendati demikian, polisi tetap disiagakan demi mengantisipasi potensi provokasi.

Dia mengatakan pada Selasa sore sekira pukul 18.10 WIT, kedua kelompok warga itu telah kembali ke rumah masing-masing.

Selain itu, kata Rositah, aparat bersama pemerintah desa dan perwakilan pemuda dari dua desa yang bentrok menggelar pertemuan demi mencari solusi perdamaian.

"Saat ini situasi di wilayah Fiditan atau perbatasan desa terpantau aman dan terkendali. Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan pendekatan humanis guna menjaga stabilitas dan merawat harmoni sosial di Kota Tual," kata Rositah.

Baca juga: Bentrok Dua Raja Keraton Solo Berujung ke Polisi, Gusti Timoer dan Abdi Dalem Disebut Luka Fisik

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved