Sauna Tempatnya Bekerja di Moskow Meledak, Terapis Asal Bali Tewas Keracunan Karbon Monoksida
Gayatri sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat selama dua hari sebelum meninggal dunia.
Ringkasan Berita:
- Desak Komang Ayu Gayatri, terapis spa asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali tewas saat sauna tempatnya bekerja di Moskow meledak hingga terbakar.
- Gayatri diduga tewas lantaran keracunan karbon monoksida akibat asap kebakaran.
- Gayatri sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat selama dua hari sebelum meninggal dunia.
TRIBUNNEWS.COM, SINGARAJA - Desak Komang Ayu Gayatri, terapis spa asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali tewas saat sauna tempatnya bekerja di Moskow Rusia meledak hingga terbakar.
Gayatri diduga tewas lantaran keracunan karbon monoksida akibat asap kebakaran.
Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
Gas ini terbentuk ketika bahan yang mengandung karbon terbakar tidak sempurna.
Baca juga: 217 PMI Dideportasi dari Tawau Malaysia Melalui Nunukan, 95 di Antaranya Asal Sulawesi Selatan
Gayatri sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat selama dua hari sebelum meninggal dunia.
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa, peristiwa itu terjadi pada 5 Maret 2026 pukul 06.30 waktu setempat.
Sauna di tempat Gayatri bekerja meledak hingga terjadi kebakaran.
"Menurut keterangan pemilik spa, saat kejadian mendiang berada di bagian belakang ruangan yang tidak terjangkau api. Namun diduga mengalami keracunan karbon monoksida akibat asap kebakaran," ujar Putu Arimbawa dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).
Pemulangan Jenazah Difasilitasi Pihak Sauna
Arimbawa mengatakan, ini merupakan keberangkatan pertama Gayatri sebagai PMI.
Ia dikontrak selama setahun dan baru bekerja selama delapan bulan.
"Semestinya tahun ini sudah bisa pulang ke Indonesia," imbuhnya.
Jenazah Gayatri dipulangkan menggunakan kargo penerbangan maskapai Aeroflot nomor penerbangan SU296 rute Moskow-Denpasar pada Sabtu (14/3/2026) waktu setempat setelah proses administrasi selesai.
Jenazahnya tiba di Bali pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 09.25 Wita di Terminal Kargo Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.