Prabowo Tiba di Moskow untuk Bertemu Putin Bahas Kerjasama Energi
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Rusia pada Senin (13/4/2026).
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo tiba di Moskow dalam kunjungan kerja ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin guna membahas ketahanan energi dan situasi geopolitik global.
- Kunjungan Presiden ke Rusia yakni untuk membahas sejumlah kerjasama di berbagai sektor, salah satunya energi.
- Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan kepada wartawan pada bulan Maret bahwa negaranya terbuka untuk menjual minyak ke Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, RUSIA - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Rusia pada Senin (13/4/2026).
Presiden Prabowo tiba di Bandara Vnukovo-2 di Moskow sekitar pukul 07.45 waktu setempat.
Ketibaan Presiden disambut oleh pejabat negara setempat.
Diantaranya yakni Deputy Foreign Minister Rusia Andrey Rudenko dan Director of State Protocol Department Rusia Igor Bogdashev.
Selain itu ada juga pejabat Indonesia yakni Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose Tavares dan Atase Pertahanan RI di Moskow Marsma TNI Budi Susilo.
Di bawah tangga pesawat, Presiden menyalami para pejabat yang menyambutnya tersebut.
Kunjungan Presiden ke Rusia yakni untuk membahas sejumlah kerjasama di berbagai sektor, salah satunya energi.
Selama berada di Moskow, Kepala Negara diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dikutip dari Sekretariat Presiden, kunjungan ini merupakan langkah aktif diplomasi Indonesia dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat.
Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.
Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Minggu, 12 April 2025, pukul 23.10 WIB.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Rusia yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dampak perang Timur Tengah
Seperti banyak negara lainnya, Indonesia berada di bawah tekanan akibat melonjaknya harga minyak global karena perang di Timur Tengah.
Negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini adalah produsen minyak tetapi tetap mengimpor.
Bulan lalu, pemerintahan Prabowo mengumumkan penjatahan bahan bakar dan mewajibkan kebijakan bekerja dari rumah satu hari per minggu bagi pegawai negeri sipil untuk menghemat cadangan energi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kerja-ke-Rusia-pada-Senin-1342026-Presiden-Prabo.jpg)