Iran Vs Amerika Memanas
Kisah Bagir, Mahasiswa Asal Jember di Qom Iran, Dievakuasi Melalui Azerbaijan
Bagir tinggal di Iran tepatnya di Kota Qom karena berkuliah di Universitas Qom jurusan teknik Komputer.
Ringkasan Berita:
- Muhammad Bagir, mahasiswa asal Jember yang kuliah di Kota Qom, Iran, berhasil dievakuasi KBRI di tengah konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
- Evakuasi dilakukan melalui jalur darat ke Teheran lalu menuju Azerbaijan dan Turki sebelum akhirnya terbang ke Jakarta.
- Bagir mengaku sempat merasakan getaran serangan rudal di sekitar Qom, meski aktivitas warga di sana masih relatif normal.
TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Muhammad Bagir, WNI asal Jember, sudah tinggal di Iran hampir empat tahun.
Bagir tinggal di Iran tepatnya di Kota Qom karena berkuliah di Universitas Qom jurusan teknik Komputer.
Warga Mangli, Kecamatan Kaliwates itu berhasil dievakuasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Iran dari tengah konflik Iran melawan Israel-Amerika Serikat.
"Alhamdullah lebih tenang juga, karena sempat kepikiran juga dengan kaluarga. Terima kasih kepada Kementrian Luar melalukan Negeri KBRI di Iran," ujarnya saat ditemui SURYA.co.id, Senin (16/3/2026).
Proses Evakuasi Melalui Jalur Darat
Proses evakuasi WNI di Kota Qom, kata dia, dilakukan melalui jalur darat menuju Teheran.
Setelah itu pada 10 Maret 2026 diarahkan ke negara Azerbaijan di perbatasan Iran dan Turki.
"Dari Baku, ibukota Azerbaijan, menuju Istanbul naik pesawat. Setelah dari Istanbul kembali lagi naik pesawat menuju Jakarta," kata Bagir.
Rute Penerbangan Lewat Turki
Bagir mengatakan rute evakuasi WNI dilakukan lewat Turki, sebab pemerintah Iran menutup semua akses penerbangan sejak perang melawan AS.
"Jalur udara di Iran tertutup karena situasi perang. adi penerbangan pesawat dilakukan lewat Turki. Selama evakuasi kami dikawal KBRI Teheran dan KBRI Baku," imbuhnya
Serangan Rudal
Bagir mengungkapkan serangan rudal AS-Iran sempat jatuh di pinggiran Kota Qom Iran.
Namun hal itu tidak membawa dampak sosial masyarakat secara signifikan.
"Tergolong kondusif, masyarakat masih biasa, yang belanja tetap belanja, yang belajar tetap belajar walaupun untuk belajar untuk SD,SMP dan SMA masih online," paparnya.
Rasakan Getaran Serangan Rudal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Serangan-udara-Israel-ke-Teheran-Iran-21.jpg)