Mudik Lebaran 2026
Jalur Pantura Padat Merayap Imbas One Way Tol Trans Jawa, Armada Bus dan Truk Mengular
Pantura Cirebon padat imbas one way Tol Trans Jawa, 62 ribu kendaraan melintas, arus mudik H-4 Lebaran mulai memuncak.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Penerapan sistem satu arah (one way) di ruas Tol Trans Jawa mulai berdampak signifikan pada jalur arteri.
Jalur Pantai Utara (Pantura) di Kabupaten Cirebon arah Jakarta terpantau padat merayap pada Selasa (18/3/2026) malam.
Kepadatan terlihat di Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, dengan antrean panjang kendaraan yang mengular di tengah malam.
Arus lalu lintas didominasi kendaraan besar seperti bus antarkota dan truk logistik, disusul mobil pribadi serta sepeda motor.
Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan hanya dapat bergerak perlahan dengan sistem stop and go.
Cahaya lampu kendaraan memantul di aspal, sementara suara mesin, klakson, hingga “telolet” bus menambah riuh suasana jalur utama mudik tersebut.
Sejumlah bus besar seperti PO Garuda Mas, Mahardhika, hingga Sumber Putra Kembar terlihat mendominasi arus.
Lampu LED berwarna-warni dari bus turut menciptakan pemandangan khas di tengah kepadatan lalu lintas malam hari.
Seorang sopir truk, Janu (44), mengungkapkan bahwa kemacetan ini merupakan dampak langsung dari kebijakan one way di jalan tol. Ia mengaku terpaksa keluar dari tol di wilayah Brebes dan melanjutkan perjalanan melalui jalur Pantura.
“Imbas one way ini, baru dikeluarkan dari tol. Tadi macet parah,” ujarnya.
Hal serupa terlihat di pintu masuk Gate Tol Ciperna arah Jakarta.
Papan pengumuman bertuliskan “ONE WAY - ARAH BANDUNG / JAKARTA LEWAT ARTERI” mengonfirmasi adanya pengalihan arus kendaraan ke jalur Pantura.
Sebelumnya, peningkatan volume kendaraan di jalur Pantura juga terpantau sejak H-4 Lebaran, terutama di kawasan Simpang Empat Pemuda. Ribuan kendaraan dari arah Jawa menuju Jakarta memadati ruas jalan sejak sore hingga malam hari.
Kepala Pos Pengamanan Simpang Pemuda Polres Cirebon Kota, Iptu Suganda, menyebut lonjakan arus mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB.
Sementara Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar, menegaskan bahwa jalur arteri Pantura memang menjadi dampak utama dari pembuangan arus kendaraan saat rekayasa one way diberlakukan.
Data Dinas Perhubungan Kota Cirebon mencatat sebanyak 62.858 kendaraan melintas hingga pukul 19.30 WIB, dengan dominasi sepeda motor mencapai 53.104 unit.
Untuk mengantisipasi kepadatan lebih parah, kepolisian menyiapkan sejumlah langkah, termasuk pengalihan arus ke jalur alternatif Cirebon–Indramayu serta rekayasa lalu lintas lanjutan sesuai kondisi di lapangan.
Fenomena ini menjadi gambaran nyata dampak rekayasa lalu lintas saat arus mudik Lebaran mulai memasuki puncaknya, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kampung halaman.
Baca juga: Data Arus Mudik H-5 Lebaran: 990.506 Kendaraan Keluar Jabotabek, Arah Trans Jawa Paling Padat
62 Ribu Kendaraan Padati Simpang Pemuda
Jalur anturadi Kota Cirebon mulai dipadati kendaraan pada H-4 Lebaran 2026.
Ribuan kendaraan memadati kawasan Simpang Empat Pemuda sejak Selasa (17/3/2026) sore hingga malam, membuat arus lalu lintas bergerak perlahan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di ruas jalan multi-lajur. Mobil pribadi, sepeda motor, hingga kendaraan logistik terlihat saling berdempetan di jalur arteri yang menjadi salah satu jalur utama mudik di Pantura.
Dari dalam antrean, cahaya lampu rem kendaraan tampak mendominasi suasana malam. Sepeda motor terlihat menyelip di sela kendaraan, sementara barisan mobil mengular hingga ratusan meter.
Kepala Pos Pengamanan Simpang Pemuda Polres Cirebon Kota, Suganda, mengatakan peningkatan arus kendaraan mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB, terutama dari arah Jawa menuju Jakarta.
“Setelah penerapan one way di jalan tol, terjadi peningkatan arus kendaraan di jalur arteri Pantura dari kedua arah,” ujarnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum diberlakukan rekayasa lalu lintas khusus di lokasi. Petugas masih melakukan pengaturan manual agar kendaraan tetap bergerak dan tidak terhenti terlalu lama.
Data Tim Traffic Count Dinas Perhubungan Kota Cirebon mencatat sebanyak 62.858 kendaraan melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah hingga pukul 19.30 WIB. Dari jumlah tersebut, sepeda motor mendominasi dengan 53.104 unit.
Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar, menyebut peningkatan arus kendaraan sudah terlihat dalam dua hari terakhir, baik di jalur tol maupun arteri.
Ia menjelaskan, kebijakan one way di ruas tol menyebabkan limpahan kendaraan ke jalur arteri, khususnya Pantura Cirebon.
Untuk mengantisipasi kepadatan yang lebih parah, kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk kemungkinan pengalihan arus ke jalur alternatif Cirebon–Indramayu.
“Kami siap memberikan pelayanan agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.
Fenomena ini menjadi gambaran meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
Baca juga: Skema One Way Sepenggal Diberlakukan, Kakorlantas Optimis Mudik Lebaran Menuju Trans Jawa Lancar
Korlantas Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Hari Ini
Korlantas Polri akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional di ruas Tol Trans Jawa pada Rabu (18/3/2026) guna mengantisipasi puncak arus mudik Lebaran 2026.
Kapolres Karawang, Fiki Novian Ardiansyah, mengatakan penerapan one way nasional akan dilakukan secara situasional antara pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
“Kami akan memberlakukan one way nasional pada 18 Maret, tepatnya antara jam 10 atau 12, untuk mengantisipasi puncak arus mudik. Skenario ini disiapkan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Polri memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026. Oleh karena itu, sejumlah skenario Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) telah disiapkan, mulai dari contraflow, one way lokal, hingga one way nasional.
Penerapan rekayasa ini bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan tingkat kepadatan kendaraan. Jika indikator kepadatan tercapai lebih cepat, maka skema one way bisa diberlakukan lebih awal.
Pada tahap awal, one way nasional akan diterapkan dari KM 70 hingga KM 236 Tol Trans Jawa. Skema ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai KM 188.
Apabila arus kendaraan masih padat, rekayasa lalu lintas akan diperpanjang hingga KM 414 untuk mengurai kepadatan menuju arah timur.
Selain itu, pengelolaan rest area juga disesuaikan. Pintu keluar rest area di jalur B arah Jakarta akan difungsikan sebagai pintu masuk, sementara kendaraan yang menuju Jakarta akan diarahkan keluar tol.
Polri mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mematuhi arahan petugas, serta tidak berpindah jalur sembarangan demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran.
(TRIBUNJABAR/TRIBUNBEKASI/TRIBUNNEWS)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.