Sabtu, 11 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Hadapi Puncak Mudik 18 Maret, Kakorlantas Pastikan Arus Lalin di Pelabuhan Ciwandan-Merak Terkendali

Kakorlantas Agus Suryonugroho pantau arus mudik di Pelabuhan Merak, lalu lintas kondusif, Polda Banten siapkan strategi puncak Lebaran.

Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
PELABUHAN MERAK - Kakorlantas Agus Suryonugroho pantau arus mudik di Pelabuhan Merak, lalu lintas kondusif, Polda Banten siapkan strategi puncak Lebaran. 
Ringkasan Berita:
  • 
Kakorlantas Agus Suryonugroho meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan yang terpantau lancar saat puncak Lebaran
  • Polda Banten menyiapkan strategi pengawalan, delaying system, dan ribuan personel guna memastikan perjalanan pemudik aman dan tertib.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, meninjau langsung pergerakan volume kendaraan di jalur penyeberangan Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan pada Rabu (18/3/2026) dini hari.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama ASDP Heru Widodo.

Kakorlantas menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas di jalur menuju Merak terpantau kondusif. 

Kelancaran tersebut merupakan hasil sinergi dan koordinasi lintas sektor, mulai dari Polri, Kementerian Perhubungan, hingga pemerintah daerah.

“Sebagaimana yang kita prediksi, pada tanggal 18 ini menjadi puncak penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Namun berkat koordinasi yang sangat baik antara Korlantas dan Polda Banten, masyarakat yang menuju Merak dapat melakukan perjalanan dengan lancar tanpa gangguan berarti,” ujar Agus.

Ia juga memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) tetap aman tanpa adanya kejadian menonjol. 

Kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di kawasan pelabuhan juga dinilai terkendali.

“Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan arus balik berjalan aman, lancar, serta penuh kebahagiaan bagi masyarakat yang ingin bertemu keluarga di kampung halaman,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal tahap pertama sejak Selasa (17/3) pukul 15.00 WIB. 

Skema ini diberlakukan dari KM 70 hingga KM 263 ruas Tol Trans Jawa setelah dilakukan sosialisasi dan pembersihan jalur.

Selanjutnya, rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan dengan penerapan one way nasional dari KM 70 hingga KM 414 Kalikangkung, Jawa Tengah, guna memperlancar arus mudik ke arah Trans Jawa.

Sementara itu, arus kendaraan menuju arah barat, termasuk ke wilayah Banten dan penyeberangan Merak–Bakauheni, masih terpantau terkendali. 

Oleh karena itu, belum diperlukan penerapan rekayasa lalu lintas tambahan di jalur tersebut.

Kakorlantas memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan arus mudik secara real time dan siap mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

Baca juga: Pantau Pelabuhan Merak, Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Arus Mudik Lancar Tanpa Antrean Panjang

 

Strategi Polda Banten Antisipasi Puncak Arus Mudik Hari Ini

Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyiapkan strategi komprehensif untuk mengantisipasi puncak arus mudik Idulfitri yang diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, seiring dimulainya cuti bersama karyawan swasta.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, menegaskan seluruh jajaran personel telah disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari ruas tol hingga jalur arteri menuju pelabuhan penyeberangan.

Saat meninjau Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak pada Selasa (17/3/2026) malam, Irjen Pol. Hengki menjelaskan, pihaknya memberikan perhatian khusus bagi pemudik roda dua yang diprediksi akan melonjak signifikan. 

Polda Banten berencana mengawal langsung pengendara motor dari titik kumpul awal di wilayah Banten seperti Cikande, Tangerang, Serang, dan Cilegon, menuju Pelabuhan Ciwandan guna memastikan keamanan dan ketertiban di jalan.

Untuk mengatur kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, Polda Banten akan menerapkan skema delaying system atau sistem penundaan kendaraan di jalan tol, tepatnya mulai dari Kilometer 43 hingga Kilometer 68. Strategi ini untuk mengatur volume kendaraan yang masuk ke kantong parkir atau buffer zone pelabuhan agar tidak terjadi penumpukan yang melampaui kapasitas.

"Polda Banten untuk mengantisipasi puncak arus mudik yang diperkirakan besok, kita sudah monitor terutama para buruh yang ada di wilayah Provinsi Banten. Kita akan lakukan pengawalan, terutama pengguna roda dua, dari titik kumpul mereka menuju Ciwandan,” ujar Irjen Pol Hengki. 

Sedangkan untuk kendaraan pribadi di Merak, kata Kapolda, manakala kantong parkir di tujuh dermaga yang berkapasitas 4.000 kendaraan penuh, maka dialihkan ke Indah Kiat yang bisa menampung 2.000 kendaraan untuk menunggu antrean naik kapal.

Selain di Pelabuhan Merak dan Ciwandan, kata Kapolda, antisipasi juga dilakukan di Pelabuhan BBJ Bojonegara khusus untuk kendaraan logistik golongan besar. 

Kapolda menyebutkan situasi di BBJ hingga saat ini relatif lancar. Sementara untuk jalur arteri, pihak kepolisian telah mendirikan 57 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos terpadu untuk penanggulangan bencana guna memberikan rasa nyaman bagi para pemudik.

Kesiapan operasional ini didukung pengerahan 3.968 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Basarnas, Dishub, serta Dinas Kesehatan. Personel tersebut bertugas mengamankan arus mudik dan balik hingga tanggal 25 Maret.

“Kemungkinan ada perpanjangan masa tugas hingga 29 Maret 2026,” kata Kapolda. 

Kapolda mengatakan kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama untuk menjamin kelancaran perjalanan masyarakat dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera.

Baca juga: Polda Banten Siapkan Pelabuhan Indah Kiat Sebagai Buffer Zone Jika Merak Macet di Puncak Arus Mudik

 

Dirut ASDP Heru Widodo Klaim Arus Mudik 2026 Lancar

Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia, Heru Widodo, mengklaim arus mudik Lebaran dalam dua tahun terakhir hingga 2026 berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebut sebagai hasil dari kebijakan strategis yang dijalankan secara terintegrasi lintas lembaga.

Dalam konferensi pers di Pelabuhan Merak, Selasa (17/3/2026), Heru menegaskan bahwa momentum Lebaran sejatinya merupakan agenda rutin tahunan. Namun, setiap tahun tetap menghadirkan tantangan berbeda yang membutuhkan persiapan matang.

“Setiap tahun tantangannya berbeda, sehingga kita harus mempersiapkan diri dengan matang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika sebelumnya pada H-4 Lebaran kawasan Merak sudah dipadati kendaraan, dalam dua tahun terakhir arus lalu lintas justru lebih terkendali dan mengalir. Kondisi ini tidak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang dijalankan secara terpadu.

Salah satu strategi utama adalah pembagian jalur kendaraan ke sejumlah pelabuhan alternatif serta pengaturan berdasarkan golongan kendaraan. Selain itu, penerapan sistem gating dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan yang menuju pelabuhan.

“Ini menjadi tren positif yang harus kita lanjutkan,” kata Heru.

Ke depan, ASDP juga berencana menambah jumlah armada kapal guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan. Upaya ini turut didukung stimulus pemerintah sebesar 21,9 persen untuk memperkuat operasional.

Heru mengakui, kondisi di Merak pada masa lalu sempat menjadi momok saat arus mudik Lebaran karena kemacetan panjang yang terjadi hingga berjam-jam. Namun kini, situasi tersebut dinilai jauh lebih terkendali.

“Dulu macetnya bisa berjam-jam bahkan berkilometer-kilometer, tapi sekarang jauh lebih terkendali,” pungkasnya.

Baca juga: Puncak Arus Mudik di Merak Diprediksi 18 Maret Dini Hari, Imbas Karyawan Swasta Mulai Cuti Bersama

 

Arus Mudik Tol Tangerang–Merak Mulai Naik Jelang Puncak Lebaran

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, arus kendaraan menuju wilayah barat Pulau Jawa mulai mengalami peningkatan signifikan. Data dari PT Astra Infra Toll Road mencatat sebanyak 162.447 kendaraan telah melintasi ruas Tol Tangerang–Merak dalam periode pemantauan terbaru.

Kondisi lalu lintas di Gerbang Tol Cikupa pada Selasa (17/3/2026) terlihat mulai ramai. Kendaraan terus mengalir meski kepadatan belum mencapai puncak arus mudik.

Komposisi kendaraan didominasi oleh truk logistik, bus penumpang, serta mobil pribadi milik pemudik. Selain itu, arus kendaraan juga diwarnai pengguna dari luar daerah, yang terlihat dari beragam pelat nomor seperti R, G, hingga W.

Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Toll Tangerang–Merak PT MMS, Uswatun Hasanah, menyebut volume kendaraan saat ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

“Jika dibandingkan dengan lalu lintas harian rata-rata normal, jumlah kendaraan yang melintas saat ini juga masih tergolong lebih rendah,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena puncak arus mudik belum dimulai. Berdasarkan tren pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Merak, lonjakan signifikan diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.

Astra Toll memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan berlangsung pada 18 hingga 19 Maret 2026. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan di waktu puncak.

Baca juga: Jelang Puncak Mudik, Polda Banten Terapkan Buffer Zone-Delaying System di Pelabuhan Merak

Posko Gratis Jadi Tempat Istirahat Favorit Menuju Ciwandan

Arus mudik kendaraan roda dua mulai meningkat di jalur arteri Kota Serang, Banten, pada Rabu (18/3/2026) dini hari. Para pemudik terlihat memadati Jalan Raya Serang-Jakarta, terutama di kawasan Kecamatan Cipocok Jaya, saat dalam perjalanan menuju Pelabuhan Ciwandan.

Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 00.06 WIB, sejumlah pemudik berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar sekaligus beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Di lokasi yang sama, personel Polresta Serang Kota turut melakukan pemantauan dan mengarahkan pemudik untuk memanfaatkan posko mudik yang telah disediakan di kantor UPTD Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Disperindag Provinsi Banten.

Kanit Kamsel Satlantas Polresta Serang Kota, Rudy Supriadi, mengatakan arus lalu lintas mulai menunjukkan peningkatan, terutama dari arah Jakarta menuju Lampung.

“Malam ini cukup ramai karena bertepatan dengan libur. Arus dari Jakarta ke arah Lampung mulai meningkat, didominasi kendaraan roda dua,” ujarnya.

Ia memprediksi lonjakan volume kendaraan akan terus terjadi hingga 18–19 Maret 2026, seiring memasuki puncak arus mudik Lebaran.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, kepolisian menyiagakan 12 personel di posko mudik. Posko tersebut menyediakan berbagai fasilitas seperti tempat tidur, sofa, CCTV, makanan ringan, minuman gratis, mushala, hingga toilet.

Tak hanya itu, layanan servis kendaraan gratis juga tersedia pada siang hari melalui kerja sama dengan Planet Ban, termasuk fasilitas pengisian daya untuk motor listrik.

Sejumlah pemudik mengaku terbantu dengan keberadaan posko tersebut. Salah satunya Rasiman, yang tengah mudik dari Tangerang menuju Lampung bersama keluarga.

“Berangkat dari jam 9 malam, kami mampir karena sudah lelah dan mengantuk. Alhamdulillah fasilitasnya memuaskan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pemudik lain, Pawinarto, yang mengapresiasi kelengkapan fasilitas di posko.

“Alhamdulillah lengkap, ada makanan dan minuman. Terima kasih kepada polisi yang sudah menyediakan tempat istirahat,” katanya.

Polisi pun mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, tidak memaksakan diri saat lelah, serta menjaga keselamatan agar bisa sampai tujuan dengan selamat.

(TRIBUNBANTEN/TRIBUNNEWS)

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved