Selasa, 12 Mei 2026

Mudik Lebaran 2026

Mudik Ala Asep: Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis, Bekal Cilok 50 Butir dan Sebotol Air Sirup

Perjalanan mudik yang tak biasa, Asep pilih mudik dengan jalan kaki karena tak punya ongkos, hanya bekal cilok dagangannya yang tak laku.

Tayang:
HO/IST/KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah/sajian sedap
MUDIK JALAN KAKI - Asep Kumala Seta (31) pedagang Cilok yang berdagang di wilayah Bandung, mudik dengan berjalan kaki menuju Kampung halamannya di Ciamis, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). Asep pilih mudik dengan jalan kaki karena tak punya ongkos, hanya bekal cilok dagangannya yang tak laku dan air sirup. 

Ringkasan Berita:
  • Perjalanan mudik Asep, jalan kaki dari Bandung ke Ciamis.
  • Di tasnya Asep membawa bekal seadanya yakni cilok 50 butir yang tak laku dijual serta sebotol air sirup.
  • Perjalanan ini bukan pilihan yang diidamkan, melainkan jalan terakhir yang bisa ia tempuh karena tak punya ongkos untuk mudik naik bus.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bukan dengan bus antarkota yang nyaman, Asep Kumala Seta (31) pilih mudik bermodalkan kekuatan kakinya sendiri.

Sesekali jika beruntung, Asep bisa menumpang truk yang melintas dari Bandung menuju ke Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, kampung halamannya.

Perjalanan ini bukan pilihan yang diidamkan, melainkan jalan terakhir yang bisa ia tempuh karena tak mampu membeli tiket bus untuk pulang kampung.

Alhasi terik matahari, aspal yang panas dan debu jalanan menjadi teman setianya sepanjang mudik dari riuh Cibaduyut di Kota Bandung ke Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

 

Asep dan Gerobak Cilok Jaya

Dua tahun terakhir, hidup Asep berputar di antara roda gerobak “Cilok Jaya”.

Dari gang ke gang di kawasan Cibaduyut, ia menjajakan bulatan tepung hangat, sambil menumpang tinggal di kontrakan sempit milik juragannya. Namun Lebaran kali ini terasa berbeda.

Tak ada amplop tebal yang bisa ia bawa pulang. Di tasnya, hanya tersisa 50 butir cilok dan sebotol sirup—bekal sederhana yang lebih mirip simbol daripada hadiah.

Baca juga: Penuhi Nazar, Edi Mudik Dorong Gerobak Siomay dari Cilacap ke Pemalang, Tempuh 130 Kilometer

Uang di sakunya bahkan tak cukup untuk membeli tiket bus yang harganya melambung saat musim mudik

Setoran yang menyusutkan harapan di balik aroma gurih cilok, ada kenyataan pahit yang harus ia hadapi. 

Penghasilan yang tak menentu membuatnya sulit menyisihkan uang.

“Setoran biasanya tujuh ratus ribu, untungnya cuma tiga ratus. Tapi belakangan jarang habis. Kadang cuma dapat seratus ribu, disetor tujuh puluh ribu ke bos. Uang pulang jadi kurang,” ujar Asep pelan saat ditemui di depan Pos Pam Cikaledong, Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (17/3/2026) malam.

 

Cilok untuk Ganjal Perut

Ketika dagangan tak lagi berpihak, ongkos pulang pun terasa semakin jauh. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved