BREAKING NEWS Lagi, Pelajar di NTT Ditemukan Akhiri Hidup
Dua pelajar di NTT ditemukan meninggal dunia dalam waktu berdekatan, picu duka dan perhatian serius masyarakat
Ringkasan Berita:
DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa memilukan kembali terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelajar ditemukan telah mengakhiri hidupnya.
Sebelumnya, seorang anak berusia 10 tahun bernama YBR, siswa kelas IV SD asal Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidup pada Kamis (29/01/2026).
Kini, nasib serupa menimpa MMD (15), pelajar SMP Negeri di Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.
Baca juga: Kronologi Guru SD di Riau Dibunuh Mantan Pacar, Pelaku Akhiri Hidup dengan Racun dan Pertalite
Siswi SMP di Ende Ditemukan Meninggal di Kamar
MMD ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Jumat (20/3/2026) pagi.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh keluarga korban setelah tidak ada respons saat dipanggil.
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Ende, Aipda Supardin, kejadian bermula ketika sepupu korban, Maria Ratu Jebe, mendengar Susana Sia Dao memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban.
Karena curiga, Susana kemudian membuka pintu kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Ia segera memanggil tetangga, Silvester Gaspar Kebu, untuk meminta bantuan.
Selanjutnya, mereka menghubungi paman korban, Saferius Fransiskus Dei, yang saat itu berada di rumah duka tetangga. Bersama-sama, keluarga kemudian mengevakuasi korban dari dalam kamar.
Warga sekitar menyebut korban dikenal sebagai pribadi yang cenderung tertutup, namun memiliki prestasi akademik yang baik di sekolah.
"Bahwa selama ini korban tinggal bersama dengan keluarga sejak kedua orang tua korban berpisah. Bapak kandung korban telah menikah lagi dan saat ini berdomisili di pulau Sumba. Sedangkan Ibu kandung korban pun telah menikah lagi dan saat ini bekerja di Malaysia," terang Aipda Supardin dalam rilisnya.
Korban diketahui tinggal bersama keluarga setelah kedua orang tuanya berpisah. Ayah korban saat ini berada di Pulau Sumba, sementara ibunya bekerja di Malaysia.
Menurut keterangan keluarga, korban sempat beberapa kali mengutarakan keinginannya untuk bertemu sang ayah, namun belum mendapat izin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-gantung-diri-2138.jpg)