Kades Buncitan Ditemukan Tewas di Kantornya, Diduga Akhiri Hidup Imbas Ada Tali Terikat di Leher
Kades di Sidoarjo ditemukan tewas dalam kondisi duduk di ruang kerjanya. Diduga mengakhiri hidup karena ada tali terlilit di leher.
Ringkasan Berita:
- Seorang kepala desa di Sidoarjo ditemukan tewas dalam kondisi duduk di ruang kerjanya pada Minggu (3/5/2026).
- Dia diduga mengakhiri hidup karena ada tali terlilit di lehernya saat ditemukan pertama kali oleh petugas kebersihan.
- Kini, jenazah korban telah diautopsi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Desa (Kades) Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, bernama Mujiono (56) ditemukan tewas pada Minggu (3/5/2026) sore.
Dikutip dari Tribun Jatim, Mujiono ditemukan tewas dalam posisi duduk di kursi sofa yang berada di ruang kerjanya.
Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto pun membenarkan terkait kabar tersebut.
Dia menuturkan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.
“Benar, telah ditemukan seorang kepala desa dalam kondisi meninggal dunia di dalam balai desa dengan posisi duduk di kursi dengan leher terikat selang air. Kami langsung melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi kejadian,” ujarnya.
Masyita mengungkapkan jenazah kini telah diautopsi guna mengungkap penyebab pasti tewasnya Mujiono.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban. Untuk sementara, kami masih menunggu hasil otopsi guna memastikan penyebab kematian sebagai bagian dari pendalaman kasus,” tandasnya.
Jenazah Ditemukan Petugas Kebersihan, Ada Tali Terikat di Leher
Jenazah Mujiono pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan bernama Khosim pada Minggu sore sekira pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Eks Wakil Gubernur di AS Tembak Mati Istrinya lalu Akhiri Hidup, Motif Diduga Masalah Pernikahan
Dia mengaku saat menemukan jenazah korban, sedang membersihkan area Balai Desa Buncitan.
Pada saat yang bersamaan, Khosim melihat sepeda motor milik Mujiono yang masih terparkir di depan kantor.
"Saya curiga karena kendaraan Pak Lurah masih ada. Biasanya kalau sudah pulang tidak ada di sini," ujarnya.
Lalu, sekira pukul 16.30 WIB, hujan turun di sekitar lokasi dan membuat Khosim masuk ke dalam balai desa untuk mencuci tangan.
Namun, di momen tersebut, Khosim curiga dengan kondisi ruang kepala desa yang gelap tetapi pintu tidak terkunci.
Khosim pun lantas memanggil Mujiono dari luar tetapi tidak ada jawaban.
"Saya panggil dari luar, tapi tidak ada jawaban. Saya kira beliau sedang istrirahat," jelasnya.