Jumat, 10 April 2026

Hendrik Irawan Mitra MBG di Bandung Barat Batal Laporkan Warganet, Ini Alasannya

Hendrik Irawan adalah Mitra SPPG Pangauban, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang viral di media sosial karena joget terkait MBG.

Editor: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Hendrik Irawan memutuskan tidak melanjutkan laporan terhadap warganet menghina dan menghujat dirinya di media sosial.
  • Hendrik sebelumnya sempat melapor ke Polres Cimahi terkait dua akun diduga menyebarkan konten flexing penghasilan.
  • Ia meminta maaf atas kegaduhan, menyebut emosinya terpancing, menjelaskan pendapatan sesuai aturan Badan Gizi Nasional.

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG BARAT - Hendrik Irawan memutuskan tidak melaporkan warganet yang diduga melakukan penghinaan dan hujatan kepadanya.

Hendrik Irawan adalah Mitra SPPG Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang viral di media sosial karena joget terkait MBG.

"Bukan dicabut, belum ada laporan, tidak dilanjut," kata Hendrik di Desa Pangauban, Batujajar, KBB, Jumat (27/3/2026).

Hendrik telah mendatangi Polres Cimahi membuat laporan polisi terhadap dua akun media sosial yang disebut melakukan penghinaan dan hujatan terhadap dirinya.

Akun tersebut diduga membuat dan mengunggah konten seolah Hendrik melakukan flexing penghasilan Rp6 juta sehari dari pengelolaan SPPG hingga menimbulkan banyak hujatan. 

Baca juga: Buntut Konten Joget: Hendrik Terpukul BGN Hentikan Operasional SPPG-nya, Prihatin Nasib Relawan

Dari Polres Cimahi, Hendrik kemudian diarahkan membuat laporan tersebut ke Polda Jabar. Rencananya Hendrik akan membuat laporan resmi ke Polda Jawa Barat pada Kamis (26/3/2026).

"Tidak dilanjutkan saja, sudahlah, kemarin itu mungkin karena saya lagi tersulut emosi, dan kaget karena konten saya yang terdahulu, ada yang sudah 5 bulan diviralkan," ujarnya.

Hendrik telah meminta maaf secara terbuka atas kegaduhan konten flexing penghasilan Rp6 juta sehari dari pengelolaan SPPG. Dia menegaskan bahwa, pendapatan SPPG Rp6 juta sehari telah sesuai dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).

"Saya mohon maaf kepada Presiden Probowo Subianto kepada netizen. Silakan jika ada yang kecewa atau marah, saya memahami. Ini jadi pelajaran bagi saya," tandasnya.

Sosok Hendrik

Hendrik Irawan merupakan mitra program MBG.

Ia memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pangauban Kampung Cibodas, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Selain SPPG Pangauban, ia juga mengaku tengah membangun SPPG lainnya.

Lewat media sosialnya, Hendrik Irawan aktif membagikan kegiatannya khususnya terkait MBG hingga memiliki nama panggilan Hendrik MBG.

Ia mengklaim penyediaan MBG di dapur miliknya berbeda dengan yang lain karena memperhitungkan gizi lebih ketat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved