Rabu, 3 Juni 2026

Dalam Seminggu 3 Turis WNA di Bali Jadi Korban Rudapaksa, Polda Bali Minta Pelancong Waspada!

Tiga kasus kekerasan seksual terhadap warga negara asing (WNA) terjadi dalam satu pekan, Polda Bali keluarkan peringatan minta pelancong waspada.

Tayang:
freepik
KASUS RUDAPAKSA DI BALI - ilustrasi rudapaksa. Tiga kasus kekerasan seksual terhadap warga negara asing (WNA) terjadi dalam satu pekan, Polda Bali keluarkan peringatan minta pelancong waspada. 

Ringkasan Berita:
  • Polda Bali mengeluarkan peringatan serius, minta para pelancong waspada.
  • Ini buntut rentetan peristiwa rudapaksa yang terjadi pada 3 turis WNA.
  • Peristiwa kelam ini terjadi dalam satu minggu terakhir.

 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Tiga kasus kekerasan seksual terhadap warga negara asing (WNA) terjadi secara berturut-turut hanya dalam kurun waktu satu minggu di bulan Maret 2026, di wilayah Bali.

Menyikapi kejadian ini, Polda Bali mengeluarkan peringatan serius. Minta para pelancong untuk selalu waspada.

Ketiga kasus tragis ini menunjukkan pola yang serupa, di mana para pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang sedang menempuh perjalanan pulang sendirian pada dini hari.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, mengungkapkan keprihatinannya atas rentetan kejadian yang menimpa turis asal China dan Australia tersebut. 

Ia menegaskan, bahwa tindak pidana ini terjadi karena adanya pertemuan antara niat jahat pelaku dan kesempatan yang terbuka lebar.

Baca juga: Viral Pria Ngaku Ajudan Gubernur Jateng Dilaporkan Lakukan Percobaan Rudapaksa di Hotel Semarang 

"Kondisi korban memang rata-rata dari tempat hiburan. Kepulangan dari korban ini rata-rata dini hari dan sendiri. Serta mohon maaf berpakaian kan dari tempat hiburan (berpakaian hiburan malam)," ujar Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat 27 Maret 2026.

 

Seminggu 3 WNA Dirudapaksa di Bali

Rentetan peristiwa kelam ini, dimulai pada Senin 23 Maret sekitar pukul 01.00 WITA di kawasan Ungasan, Kuta Selatan. 

Seorang perempuan asal China, RF (23), menjadi korban rudapaksa oleh oknum ojek pangkalan berinisial SAM (24) yang mengaku sebagai ojek online.

Korban dibawa ke jalan sepi, dirayu, hingga akhirnya dipaksa melayani nafsu pelaku. 

Ironisnya, setelah kejadian tersebut, pelaku justru memeras korban dengan meminta ponsel iPhone 14 serta uang Rp150 ribu sebagai syarat untuk mengantar korban kembali ke penginapannya.

Baca juga: Ayah di Sikka NTT Suruh Anaknya Kabur ke Ende Usai Membunuh dan Rudapaksa Siswi SMP

Hanya berselang satu hari, pada Selasa 24 Maret pukul 04.00 WITA, kekerasan seksual kembali terjadi di sebuah hotel di Seminyak. Kali ini korbannya adalah KN (21), WNA asal Australia.

Pelaku yang diringkus adalah ABM (29), seorang petugas keamanan (security) hotel tersebut yang memanfaatkan situasi sepi saat korban hendak mengambil barang di kamar mandi hotel.

Belum reda kekagetan publik, pada Rabu 25 Maret pukul 04.00 WITA, seorang WNA China berinisial QY alias LZ (33) turut menjadi korban di sebuah hotel di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved