Kontroversi Kasus Amsal Sitepu
5 Hal yang Dinilai 'Janggal' dalam Kasus Amsal Sitepu: Harga Video hingga Perhitungan Kerugian
Kasus yang menjerat videografer Amsal Sitepu di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Reaksi Amsal
Kasus ini memicu reaksi emosional dari Amsal Sitepu yang merasa dirinya hanyalah korban dari sistem pengadaan yang tidak ia pahami sepenuhnya sebagai orang awam.
Tangisnya pecah saat ia harus duduk di kursi pesakitan untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan yang ia anggap sebagai bentuk karya seni murni.
Ia merasa dikriminalisasi atas profesi yang selama ini ia geluti demi menyambung hidup.
Dalam pembelaannya, Amsal menegaskan bahwa dirinya hanyalah seorang pekerja kreatif yang berusaha mencari nafkah secara jujur.
Ia membantah keras tuduhan korupsi dan menegaskan bahwa biaya yang ia terima sudah termasuk biaya operasional, sewa peralatan, hingga jasa editing yang memiliki standar seni tersendiri.
Baginya, harga sebuah video tidak bisa dipukul rata begitu saja tanpa melihat kerumitan produksinya.
Amsal menjelaskan bahwa menilai sebuah karya seni video hanya dengan angka Rp2,4 juta adalah hal yang menghina profesi kreatif.
"Saya cuma seorang pekerja ekonomi kreatif. Saya mengerjakan video itu dengan keringat saya sendiri, bukan mencuri uang negara. Saya pekerja seni, bukan pencuri!" ungkap Amsal dengan suara bergetar di hadapan awak media dan majelis hakim.
Kesedihan Amsal semakin menjadi ketika ia merasa hukum tidak berpihak pada rakyat kecil yang hanya bekerja berdasarkan keahliannya.
Ia merasa tidak adil jika seorang pekerja lepas harus menanggung beban administrasi negara yang seharusnya menjadi tanggung jawab pejabat terkait.
"Air mata saya ini adalah bukti bahwa hukum negara kita sedang tidak baik-baik saja," katanya.
Pembelaan dan Kejanggalan yang Dipersoalkan
Pembelaan Amsal memicu simpati publik. Banyak pihak menilai bahwa posisi Amsal sebagai vendor atau pelaksana teknis seharusnya tidak dijadikan pihak yang paling bertanggung jawab dalam penentuan anggaran.
Di media sosial, kasus ini memunculkan perdebatan. Sebagian publik mempertanyakan mengapa penyusun anggaran atau pihak yang menyetujui proyek tidak ikut menjadi sorotan utama dalam perkara ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Duduk-Perkara-Amsal-Sitepu-Terjerat-Kasus-Mark-Up-Video-Profil-Desa-Terancam-Penjara-2-Tahun.jpg)