Mengenal Tradisi Saro-Saro, Pengantin Judda-Yuni Catat Rekor Tertinggi di Halsel, Nyaris Rp 500 Juta
Dalam tradisi Saro-Saro, pasangan pengantin Yudda dan Yuni berhasil meraup uang tunai senilai hampir Rp 500 juta atau tepatnya total Rp 420 juta.
Ringkasan Berita:
- Pasangan pengantin baru Yudda dan Yuni, warga Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara mendapatkan berkah di momen pernikahan mereka.
- Keduanya berhasil meraup uang tunai senilai hampir Rp 500 juta atau tepatnya total Rp 420 juta.
- Uang senilai ratusan juta tersebut merupakan pemberian dari para tamu undangan melalui tradisi Saro-saro.
TRIBUNNEWS.COM, BACAN - Pasangan pengantin baru Yudda (pria) dan Yuni (wanita), warga Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara mendapatkan berkah di momen pernikahan mereka.
Keduanya berhasil meraup uang tunai senilai hampir Rp 500 juta atau tepatnya total Rp 420 juta.
Baca juga: Pengantin Baru di Bogor Jadi Korban Pembacokan, Pelaku Iri Lihat Mantan Istri
Uang senilai ratusan juta tersebut merupakan pemberian dari para tamu undangan melalui tradisi Saro-saro.
Acara berlangsung kurang lebih 3 jam, yakni dari pukul 11.00 WIT hingga 14.00 WIT.
Uniknya lagi, uang sumbangan tersebut diserahkan oleh para tamu tidak dalam bentuk amplop uang.
Uang-uang tersebut diikat di lidi sehingga mirip seperti bendera uang.
Tak hanya uang tunai, pasangan Yudda-Yuni juga mendapatkan satu unit motor Honda Scoopy serta berbagai perlengkapan rumah tangga seperti penanak nasi dan kebutuhan lainnya.
Bukan Sekadar Tradisi
Dalam acara saro-saro yang digelar pada Sabtu (28/3/2026)tersebut, para tamu undangan berbondong-bondong menyambangi kedua mempelai dan menyerahkan uang kertas yang dibalut dengan lidi.
Pecahan uang didominasi dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.
Dengan total uang terkumpul sebanyak Rp 420 juta rupiah, pasangan Judda dan Yuni mencatatkan rekor sebagai pengantin baru dengan perolehan nilai Saro-saro tertinggi Halmahera Selatan.
Abdan Hajirun, keluarga dari kedua mempelai, menjelaskan bahwa Saro-saro merupakan salah satu tradisi masyarakat Maluku Utara, termasuk mereka di Desa Busua.
Saro-saro juga bagian penting dalam tradisi pernikahan khusus suku Makian yang bermukim di wilayah Halmahera Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolase-Pengantin-di-Halmahera-Tradisi-Saro-Saro.jpg)