Gempa di Sulut & Malut
10 Wilayah Berstatus Siaga Tsunami Buntut Gempa M 7,6 Guncang Bitung Sulawesi Utara
BMKG mengatakan ada 10 wilayah yang berstatus siaga tsunami saat ini, mulai dari Kota Ternate hingga Bolaang Mongondow bagian selatan.
Ringkasan Berita:
- BMKG mengeluarkan peringatan dini karena gempa ini berpotensi memicu tsunami karena pusat gempa berada di laut dengan magnitudo besar, yang dapat mengganggu kolom air laut dan memicu gelombang.
- Dari informasi BMKG, gelombang tsunami terjadi di Halmahera Barat, Maluku Utara setinggi 0,3 meter, kemudian terjadi juga di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 07.15 WITA.
- BMKG meminta agar masyarakat tetap waspada karena kemungkinan gempa susulan bisa terjadi.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Aqil Ihsan, mengatakan ada sebanyak 10 wilayah yang berstatus siaga tsunami akibat gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Guncangan gempa ini dirasakan hingga di Kota Ternate, Manado, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo dan Pohuwato.
BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini karena gempa ini berpotensi memicu tsunami karena pusat gempa berada di laut dengan magnitudo besar, yang dapat mengganggu kolom air laut dan memicu gelombang.
Sebelumnya, dari informasi BMKG, gelombang tsunami terjadi di Halmahera Barat, Maluku Utara setinggi 0,3 meter.
Selain di Halmahera Barat, tsunami juga terjadi di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 07.15 WITA.
Aqil lantas mengatakan bahwa ada 10 wilayah yang berstatus siaga tsunami saat ini, berikut selengkapnya:
- Kota Ternate
- Halmahera
- Kota Tidore
- Kota Bitung
- Minasa bagian Selatan
- Minahasa Selatan bagian selatan
- Minahasa Utara bagian selatan
- Kepulauan Sangihe
- Minahasa Utara bagian utara
- Bolaang Mongondow bagian selatan
Aqil pun meminta agar masyarakat tetap waspada karena kemungkinan gempa susulan bisa terjadi.
"Potensi untuk gempa susulan tetap ada, jadi selalu waspada untuk seluruh masyarakat," ungkapnya, Kamis (2/4/2026), dikutip dari YouTube iNews.
Oleh karena itu, Aqil mengimbau agar masyarakat mengikuti anjuran BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Terkait dengan potensi tsunami menjauhi bibir pantai ke tempat yang lebih tinggi pada saat terjadi, misalnya terjadi gempa susulan, mohon menjauhi dari bangunan-bangunan yang sudah roboh," ucapnya.
Baca juga: BMKG Catat 11 Kali Gempa Susulan usai Gempa M7,6 di Bitung-Ternate
Air Laut di Pesisir Sulawesi Utara Naik Lalu Turun Drastis
Berdasarkan deteksi tsunami, sistem peringatan dini mencatat bahwa situasi di kawasan pesisir usai gempa terjadi kenaikan air laut setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB, disusul 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
Pusat guncangan berada di Kota Bitung, getaran kuat dirasakan hingga Manado, Minahasa Utara (Minut) wilayah Bolaang Mongondow, Bolsel, Boltim, Gorontalo hingga Ternate.
Kepanikan warga pun tak terhindarkan, terutama di kawasan permukiman padat. Di wilayah pesisir, fenomena perubahan muka air laut sempat terjadi.
Di Pulau Bangka tepatnya di Lihunu, Minut air laut dilaporkan naik lalu turun drastis. Sementara di Lembeh dan pintu masuk Kota Bitung, air laut terinformasi naik dengan cepat hingga mencapai badan jalan.