Jumat, 24 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

Gempa M 7,6 Guncang Sulut-Malut, ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Aman dan Normal

Layanan di lintasan utama seperti Bitung–Ternate tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat.

Istimewa
GEMPA BITUNG - Usai diguncang gempa mangnitudo 7,6 ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan tetap berjalan normal dengan mengedepankan aspek keselamatan. 
Ringkasan Berita:
  • Gempa M7,6 di Sulut-Malut tidak mengganggu operasional penyeberangan ASDP.
  • Fasilitas pelabuhan, armada, dan personel dipastikan aman dan siap beroperasi.
  • Layanan di lintasan utama seperti Bitung–Ternate tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat.

 

TRIBUNNEWS.COM, BITUNG - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) dini hari tidak mengganggu operasional penyeberangan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan tetap berjalan normal dengan mengedepankan aspek keselamatan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer. Guncangan ini sempat memicu potensi tsunami dan diikuti sejumlah gempa susulan.

Baca juga: TNI Kerahkan Prajurit Evakuasi Korban Hingga Bersihkan Puing Dampak Gempa M 7,6 di Sulut

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, perusahaan langsung mengambil langkah cepat untuk menjaga operasional tetap berjalan stabil, khususnya di wilayah terdampak seperti Bitung dan Ternate.

"Kami memastikan seluruh lini operasional bergerak cepat dan terkoordinasi. Kesiapan armada, personel, serta penguatan pemantauan informasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan menjadi kunci agar layanan tetap berjalan aman dan terkendali," tutur Heru dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan fasilitas pelabuhan di wilayah Bitung dalam kondisi aman. 

Area parkir, ruang tunggu dan infrastruktur pendukung lainnya tidak mengalami kerusakan, sementara aktivitas penyeberangan tetap berlangsung lancar dengan kondisi perairan yang relatif tenang.

ASDP juga memastikan seluruh armada yang melayani 11 lintasan berada dalam kondisi siap operasi, baik kapal yang sedang sandar maupun berlayar.

Awak kapal dan petugas operasional dilaporkan dalam kondisi selamat, sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan tanpa hambatan.

KMP Ranaka yang melayani rute Bitung-Tobelo tetap beroperasi normal meski sebelumnya berada sekitar 65 mil dari pusat gempa. Operasional kapal tetap dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan.

Untuk lintasan dengan trafik tinggi seperti Bitung-Ternate, layanan penyeberangan juga berjalan optimal. Rute ini dilayani secara rutin oleh KMP Dalente Woba dan KMP Portlink VIII guna menjaga kelancaran mobilitas penumpang serta distribusi logistik.

General Manager ASDP Cabang Ternate Mushar Usman memastikan kondisi di pelabuhan wilayah Maluku Utara tetap aman.

"Sebagai langkah antisipatif terhadap gempa susulan, kami menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi karyawan non-operasional. Namun layanan operasional tetap berjalan penuh guna memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terpenuhi," jelas Mushar.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved