Selasa, 9 Juni 2026

Gempa di Sulut & Malut

Bangunan Terdampak Gempa, RS Siloam Manado Ungsikan 40 Pasien ke Aula Hingga ke Korem 131/Santiago

Gempa mengakibatkan terdapat beberapa bagian RS Siloam alami kerusakan seperti kaca pecah dan ada tembok bangunan yang hampir runtuh.

Tayang:
Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Erik S
HO/IST/Tangkapan layar Kompas TV
Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Sulut-Malut antara Kepala BNPB,Kepala BMKG, Kepala Basarnas dan Danrem 131/Santiago secara daring Kamis (2/4/2026). Danrem 131/ST Brigjen TNI Martin SM Tunip mengatakan terdapat 40 pasien mengungsi ke Makorem akibat bangunan RS Siloam Manado terdampak gempa Magnitudo 7,6. 

Ringkasan Berita:
  • Sekitar 40 pasien RS Siloam Manado diungsikan ke Makorem 131 akibat gempa magnitudo 7,6.
  • Kerusakan rumah sakit meliputi kaca pecah dan tembok retak, membuat pasien trauma dan memilih mengungsi.
  • BNPB meminta Korem membantu kebutuhan pasien sementara sambil menunggu bantuan pusat bagi korban terdampak gempa.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Siloam Manado, Sulawesi Utara terpaksa diungsikan ke Markas Korem 131/Santiago akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,6.

Adapun hal itu diungkapkan Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Manado, Brigjen TNI Martin SM Tunip saat hadir secara daring dalam rapat koordinasi penanganan gempa Sulut-Malut bersama Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB, Kepala BMKG dan Kepala Basarnas serta beberapa kepala daerah yang terdampak gempa, Kamis (2/4/2026).

Martin mengatakan, akibat gempa itu terdapat beberapa bagian RS Siloam alami kerusakan seperti kaca pecah dan ada tembok bangunan yang hampir runtuh.

"Kemudian pasiennya dari tadi pagi mengungsi ke Korem. Ada sekitar 40-an pasien," kata Martin saat rapat koordinasi tersebut.

Martin menuturkan sekitar sekitar 40 pasien yang mengungsi itu berdasarkan permintaan langsung dari Direktur Utama RS Siloam yang disebutnya mendatangi langsung markas Korem 131/Santiago pasca terjadinya gempa.

Berdasarkan laporan dari Dirut RS Siloam itu juga dikatakan Martin bahwa terdapat beberapa pasien yang cukup trauma akibat gempa sehingga meminta dirawat di tempat yang lebih aman.

"Direktur Utama Rumah Sakit Siloam meminta lahan di depan di Korem untuk pasiennya nanti akan ditempatkan sementara di aula Makorem, dan ada di barak-barak kami ada, kemudian ada juga di tenda-tenda yang kami gelar di depan lapangan. Karena para pasiennya takut atau trauma atas kejadian yang tadi pagi Pak," ucapnya.

Menanggapi hal itu Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta agar Korem 131/Santiago untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pasien selama menjalani perawatan di lokasi tersebut sambil menunggu bantuan pusat tiba.

Selain itu dia juga meminta agar Martin selaku Danrem untuk turun langsung membantu masyarakat yang terdampak gempa besar tersebut.

"Khususnya yang tadi dilaporkan dari depan, dari rumah sakit yang karena takut mengungsi di Makorem 131," jelasnya.

Baca juga: 93 Gempa Susulan Guncang Sulut-Malut, BMKG: Waspada Tren Kekuatan Meningkat

Sebelumnya Gempa bumi terjadi di perairan Bitung dengan magnitudo 7,6 pada Kamis 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Gempa tersebut dirasakan hingga wilayah Manado (Sulawesi Utara) dan Ternate (Maluku Utara).

Dikutip dari siaran pers BNPB seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung Koni, lapangan olah raga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis (2/4/2026). Korban segera dievakuasi oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan perkembangan kaji cepat di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan infrastruktur juga teridentifikasi yang meliputi satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.

Guncangan gempa bumi yang dirasakan sangat kuat di wilayah Kota Bitung dan Kota Ternate dengan durasi sekitar 10 hingga 20 detik, telah menimbulkan kepanikan masyarakat sehingga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait berbagai daerah saat ini terus melakukan monitoring, asesmen, serta koordinasi penanganan darurat.

Baca juga: Prabowo Perintahkan Evakuasi Cepat Terhadap Warga Terdampak Gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved