Jumat, 8 Mei 2026

Benda Bercahaya di Langit Lampung Bukan Rudal Perang Iran vs AS, Melainkan Sampah Antariksa

Benda bercahaya di langit Lampung sempat dikira rudal. Peneliti pastikan itu sampah antariksa yang terbakar di atmosfer.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

Menurutnya, objek tersebut diduga berasal dari sisa roket milik China yang kembali memasuki orbit Bumi sebelum akhirnya terbakar di atmosfer.

Pendapat tersebut diperkuat oleh Mahasiswa Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Irsyad Al Akbar.

Ia menyebut hasil pengamatan menunjukkan karakteristik kuat dari sampah antariksa, bukan benda alami seperti meteor atau komet.

“Memang sempat beredar informasi soal komet C/2026 A1 (MAPS), tapi ukuran dan visualnya tidak sesuai dengan yang terlihat di video,” jelas Irsyad.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat muncul dugaan fenomena tersebut berkaitan dengan misi Artemis 2. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, kemungkinan itu dinilai sangat kecil.

Baca juga: Mengenal Satuan Antariksa Koopsudnas yang Baru Diresmikan KSAU, Punya 6 Fungsi

Sebaliknya, Irsyad menyebut beberapa aktivitas peluncuran roket dalam beberapa hari terakhir lebih relevan, termasuk roket Falcon 9 dan Atlas milik Amerika Serikat, serta data yang menunjukkan adanya objek sisa roket China yang kembali memasuki atmosfer.

“Bahkan ada indikasi spesifik bahwa objek tersebut merupakan bagian dari badan roket CZ-3B R/B milik China,” tambahnya.

Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA, Dr Annisa Novia Indra Putri, juga menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan berasal dari komet. Berdasarkan analisis timnya, pergerakan objek, lintasan, serta pola pecahannya tidak sesuai dengan karakteristik komet maupun meteor.

“Kalau komet, sangat kecil kemungkinan bisa pecah seperti itu. Gerakannya juga terlihat lebih lambat dibanding meteor,” jelas Annisa.

Ia menambahkan bahwa hujan meteor biasanya bersifat periodik dan dapat diprediksi, berbeda dengan fenomena yang terjadi di langit Lampung tersebut.

Fenomena masuknya sampah antariksa ke atmosfer sendiri bukan hal baru.

Saat objek luar angkasa memasuki atmosfer Bumi, gesekan dengan udara akan menyebabkan benda tersebut terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang sering disalahartikan sebagai meteor.

Para peneliti pun mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi ilmiah.

“Fenomena ini memang menarik, tapi penting untuk tetap mengandalkan data ilmiah agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tutup Irsyad.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved