Modus Guru Wanita di Palembang Tipu Wali Murid, Korban Rela Jual Emas Rp600 Juta
Kasus penipuan jasa penukaran uang baru jelang Lebaran oleh guru SMKN 1 Palembang FY mencoreng dunia pendidikan dengan kerugian miliaran rupiah.
Ringkasan Berita:
- Seorang guru bahasa Inggris SMKN 1 Palembang berinisial FY ditangkap setelah menipu wali murid dengan modus penukaran uang baru.
- FY digiring korban ke Polrestabes Palembang usai kerugian mencapai miliaran rupiah.
- Polisi mencatat ada empat laporan resmi, dengan total korban lebih dari 50 orang sejak awal Maret 2026.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus penipuan yang dilakukan guru terhadap wali murid kembali mencoreng dunia pendidikan.
Kali ini, seorang guru SMKN 1 Palembang berinisial FY ditangkap setelah terbukti menipu dengan modus jasa penukaran uang baru jelang Lebaran 2026, Sabtu (4/4/2026).
FY digiring langsung oleh para korban ke Polrestabes Palembang setelah kerugian yang ditimbulkan mencapai miliaran rupiah.
FY merupakan seorang guru bahasa Inggris yang dekat dengan sejumlah wali murid.
Wanita asal Palembang tersebut mengumpulkan dana dari korban dengan janji akan menyediakan pecahan uang baru.
Saat di kantor polisi, FY mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab secara hukum.
Uang miliaran tersebut telah habis akibat jasa penukaran uang yang dilakukannya.
“Uangnya habis karena saya beli pecahan baru itu dengan bunga biaya admin, sedangkan saya tidak meminta bunga,” ungkap FY.
Awalnya, para korban mendatangi rumah FY di Jalan Lunjuk Jaya, Lorong Seroja 3, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB I, Palembang.
Mereka meminta FY untuk menyerahkan diri setelah membuat laporan kasus penipuan.
Kuasa hukum korban, Conie Pania Putri, menerangkan FY sempat tak mau keluar rumah dan menyerah setelah tiga jam dibujuk para korban.
Baca juga: Antisipasi Modus Penipuan via Telepon, BNI Tambah Fitur Keamanan Baru di wondr by BNI
“Lalu bersama para korban menyerahkan pelaku ke SPKT Polrestabes Palembang dan langsung diterima. Di mana saat itu pelaku sudah mengakui perbuatannya,” tuturnya.
Para korban percaya dengan jasa penukaran uang yang ditawarkan FY karena statusnya sebagai guru.
“Di sini kan ada korbannya banyak, korban berharap uangnya bisa dikembalikan. Ada yang orang tua (murid), ada uang customer-nya,” imbuhnya.