Selasa, 14 April 2026

Kronologi Ledakan Pabrik Baja di Sidoarjo, 1 Sopir Tewas dan 2 Pekerja Terluka

Ledakan saat pemotongan besi tua di pabrik baja menewaskan sopir, melukai dua pekerja, dan merusak rumah warga hingga radius 750 meter.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo

Ringkasan Berita:
  • Ledakan hebat terjadi saat aktivitas pemotongan besi tua di pabrik baja, menewaskan seorang sopir dan melukai dua pekerja.
  • Material besi yang meledak memicu serpihan terlempar hingga ratusan meter dan merusak sejumlah rumah warga.
  • Polisi bersama tim Jibom Gegana masih menyelidiki kandungan besi tua penyebab ledakan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kecelakaan kerja di sektor industri berat kembali menelan korban jiwa.

Peristiwa ini menunjukkan betapa rentannya pekerja terhadap risiko ledakan maupun serpihan material berbahaya saat prosedur keselamatan tidak sepenuhnya mampu mengantisipasi kondisi lapangan. 

Pada Senin (6/4/2026), ledakan terjadi di pabrik peleburan baja PT Great Wall Steel (GWS) atau Hani Jaya Steel di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebanyak tiga orang menjadi korban dengan rincian satu meninggal dan dua luka-luka.

Awalnya dua pekerja berinisial P (27) dan MZA (40) sedang melakukan pemotongan besi tua menggunakan alat las pemotong (blender).

Salah satu material besi tua tiba-tiba meledak dengan suara dentuman keras.

P dan MZA mengalami luka berat akibat serpihan besi, sementara sopir dari perusahaan pemasok besi berinisial R (17) meninggal terkena serpihan besi.

Sedikitnya lima rumah warga di Sidoarjo rusak akibat serpihan besi yang terlempar hingga 750 meter dari lokasi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast menerangkan korban meninggal sedang beristirahat sekitar 50 meter dari titik ledakan.

"Saudara P sedang melakukan pemotongan besi dengan menggunakan las blender dan sesaat kemudian besi tersebut meledak dan serpihan mengenai saudara R," ungkapnya, dikutip dari TribunJatim.com.

HRD General Affair PT GWS Heri Prasetyo menerangkan besi tua yang menyebabkan ledakan masih diperiksa kandungannya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Situbondo yang Tewaskan Dua Pelajar

Menurutnya, seluruh kegiatan pemotongan besi tua telah sesuai prosedur.

"Bahkan sopir dari luar perusahaan yang memasuki area pabrik juga diwajibkan mengenakan helm," tandasnya.

Pihak perusahaan akan bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dan luka serta kerusakan rumah warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved