Rabu, 15 April 2026

Bayar Rp70 Juta hingga Rp150 Juta, 9 'ASN' di Gresik Hanya Terima SK Bodong

Dari hasil verifikasi awal, ditemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari ketidaksesuaian alur administrasi, format dokumen, hingga mekanisme penempatan.

Editor: Erik S

Puluhan korban dipersilakan lapor ke Mapolres Gresik. 

"Sampai saat ini belum kami terima laporan polisi, namun, pengaduan ada di BKPSDM nanti koordinasi dengan kami Polres Gresik, selanjutnya apabila ada masyarakat yang dirugikan materi atau non materi bisa langsung datang ke Polres Gresik membuat laporan polisi," ujar Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, Kamis (9/4/2026).

Kapolres mengaku, belum mendapatkan jumlah pasti korban SK ASN palsu ini.

"Beberapa orang jumlahnya kami belum tahu pastinya, hari ini sedang dikumpulkan BKPSDM membuat tempat untuk menerima laporan trsebut, kedepannya kalau membuat laporan polisi kami terima di Polres Gresik," jelasnya.

Hingga saat ini belum mendapatkan laporan dari para korban. Para korban SK ASN palsu ini, sudah mengeluarkan sejumlah materi. Ada yang puluhan juta.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Agung Endro mengatakan, hari ini sudah ada korban yang menjalani klarifikasi.

"Hanya perwakilan satu orang saja," kata Agung.

 

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Pemkab Gresik Dampingi Korban Penipuan Rekrutmen ASN, Korban Bayar Sampai Rp 150 Juta

dan

Puluhan Orang Mendadak Masuk Kantor Pemkab Gresik sambil Kenakan Seragam, Ternyata Korban Penipuan

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved