Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Viral

Bayi Dibawa Orang Tua Mendaki Gunung di Semarang: Berujung Hipotermia, Sudah Diperingatkan Petugas

Viral video ketika bayi diduga alami hipotermia setelah dibawa orang tuanya mendaki di Gunung Ungaran. Pasutri itu pun sempat bertengkar.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Bayi berusia 1,5 tahun diduga mengalami hiportemia akibat dibawa orang tuanya untuk mendaki Gunung di Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (11/4/2026).
  • Padahal, mereka sudah diperingatkan oleh petugas untuk tidak membawa buah hatinya mendaki akibat cuaca yang tidak menentu.
  • Namun, orang tua tersebut bersikukuh untuk tetap membawanya dan mau menanggung segala risikonya.
  • Akibatnya, bayi itu diduga mengalami hiportemia dan berujung dievakuasi oleh petugas dari tim SAR gabungan.

TRIBUNNEWS.COM - Media sosial dihebohkan dengan video yang memperlihatkan petugas tengah mengevakuasi bayi berusia 1,5 tahun di Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam video tersebut, bayi disebut mengalami hipotermia akibat dibawa orang tuanya mendaki gunung.

Hipotermia merupakan kondisi gawat darurat ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35 derajat celcius.

Ternyata bayi berinisial LL itu sempat dibawa orang tuanya mendaki dan mengalami hipotermia ketika sampai di Puncak Bondolan pada Sabtu (11/4/2026).

Petugas dari tim SAR gabungan dari Basarnas pun langsung bergerak memberikan pertolongan terhadap bayi tersebut.

Baca juga: Pendaki WNI Hilang di Gunung Karasawa, Satu WNI Lain yang Hilang Akhirnya Ditemukan

Tampak dalam video ketika bayi tampak terus menangis.

"Suhu tubuhnya turun drastis, kondisi kritis. Tim Basarnas yang tengah siaga di event Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat," kata pihak Basarnas dikutip dari YouTube Basarnas, Senin (13/4/2026).

Orang Tua Sempat Cekcok, Sudah Diperingatkan Petugas

Pengelola Basecamp Perantunan, Kecamatan Bandungan, Semarang, Jawa Tengah, Wido membeberkan kronologi hingga bayi tersebut berujung hipotermia.

Dia mengatakan orang tua dari bayi tersebut sebenarnya berencana untuk melakikan pendakian tektok atau naik-turun dalam sehari.

Wido menuturkan, petugas sudah memperingatkan kepada orang tua untuk tidak membawa bayinya saat pendakian.

"Kami memperingatkan soal risiko dan lain sebagainya, karena cuaca memang lagi tidak bersahabat," kata Wido, dikutip dari Tribun Jateng.

Namun, sambung Wido, kedua orang tua asal Semarang itu tidak mengindahkan peringatan petugas.

Bahkan, dia menyebut siap menanggung seluruh risiko terkait keselamatan anaknya.

Atas kesanggupan itu, Wido menuturkan petugas akhirnya mengizinkan mereka untuk melakukan pendakian.

Baca juga: Viral Bayi di Riau Diberi Nama Ali Khamenei, Orang Tua Sampai Minta Izin Kedubes

Ternyata, saat pendakian, masalah muncul ketika pasangan suami istri (pasutri) itu sampai di Pos 4 Pendakian Jalur Perantunan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved