Selasa, 5 Mei 2026

Kapolda Riau Minta Maaf ke Warga Imbas Kasus Panipahan, Rotasi Besar-Besaran di Internal

Kapolda Riau minta maaf ke warga Panipahan, lakukan evaluasi personel dan kukuhkan 23 duta anti narkoba untuk perkuat kepercayaan publik.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
DIALOG WARGA - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan saat dialog dengan warga Panipahan dan pengukuhan Duta Anti Narkoba di Pekanbaru. 
Ringkasan Berita:
  • Kapolda Riau Herry Heryawan turun ke Panipahan usai unjuk rasa, meminta maaf dan menegaskan evaluasi personel. 
  • Polda Riau juga mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba serta deklarasi Kampung Tangguh. 
  • Langkah ini jadi upaya membangun kepercayaan publik dan memperkuat pemberantasan narkoba berbasis masyarakat.

TRIBUNNEWS.COM - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melanjutkan kunjungan ke Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah cooling system pasca aksi unjuk rasa yang sempat terjadi, sekaligus upaya membangun kembali kepercayaan publik dan memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah pesisir tersebut.

Kapolda hadir bersama Agustatius Sitepu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, serta jajaran Pejabat Utama Polda Riau. Kehadiran rombongan disambut oleh Bupati Rokan Hilir Bistamam, Kapolres Rohil Isa Imam Syahroni, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Panipahan.

Setibanya di lokasi, Kapolda langsung menggelar silaturahmi dan dialog terbuka bersama masyarakat.

Forum tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus refleksi atas peristiwa yang terjadi sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Irjen Herry secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Panipahan.

“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Baca juga: Sosok AKP Robiansyah, Kapolsek Panipahan Dicopot Imbas Warga Bakar Rumah Terduga Bandar Narkoba

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi institusi Polri, khususnya dalam menjawab ekspektasi masyarakat terhadap penanganan narkoba.

“Kami menyadari bahwa apa yang terjadi tidak terlepas dari ketidakpuasan masyarakat. Ini menjadi evaluasi bagi kami bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” lanjutnya.

Menurutnya, peristiwa di Panipahan harus dimaknai sebagai momentum perubahan.

“Peristiwa ini menjadi wake-up call bagi kami. Pengingat keras agar kami benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap permasalahan secara nyata,” kata lulusan Akpol 1996 tersebut.

Dalam dialog, Kapolda juga mengungkap bahwa salah satu akar persoalan adalah belum terbangunnya komunikasi yang kuat antara aparat dan masyarakat. Untuk itu, ia mendorong adanya mekanisme komunikasi yang lebih terbuka ke depan.

Sebagai langkah korektif, Polda Riau disebut telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel di wilayah Panipahan, termasuk pergantian pejabat serta penempatan personel baru yang telah melalui pemeriksaan ketat.

“Kami sudah melakukan evaluasi dan pembenahan. Personel yang bertugas harus benar-benar bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda juga melakukan pengecekan terhadap personel baru, termasuk pelaksanaan tes urine sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Selain pendekatan keamanan, Kapolda menekankan pentingnya solusi sosial dan ekonomi dalam menangani persoalan narkoba. Salah satunya melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada nelayan Panipahan.

“Kita tidak bisa hanya bicara penindakan. Kita juga harus membantu masyarakat agar memiliki alternatif ekonomi yang lebih baik. Ketika ekonomi bergerak, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pasar Induk Panipahan, di mana Kapolda bersama para duta anti narkoba memberikan imbauan langsung kepada masyarakat serta membagikan kaos kampanye.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Yayasan Perguruan Kartini Panipahan untuk memberikan edukasi kepada pelajar melalui program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Rangkaian kegiatan ditutup di kawasan Pekong Imigrasi Panipahan dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan serta penyerahan bantuan mesin ketinting secara simbolis.

Dalam sambutannya, Kapolda kembali menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan menghindari tindakan anarkis.

“Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan merusak atau melakukan tindakan anarkis. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Kita harus mengedepankan musyawarah dan dialog,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami ingin tidak ada lagi jarak antara Polri dan masyarakat. Kita harus membangun kepercayaan, komunikasi, dan kerja sama yang kuat demi menciptakan Panipahan yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba,” tutupnya.

Baca juga: Usai Ricuh di Panipahan, Kapolda Riau Rotasi Personel dan Perkuat Perang Lawan Narkoba

Rotasi Besar-Besaran

Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba sekaligus mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba dalam sebuah acara di Aula Tribrata Lantai 5, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Herry Heryawan, didampingi Wakapolda Riau Hengki Haryadi, Irwasda Polda Riau Prabowo Santoso, serta jajaran Pejabat Utama Polda Riau.

Turut hadir unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Kajati Riau, Kepala BNN Provinsi Riau, Bea Cukai Riau, Kemenkumham Riau, Ketua LAM Riau Taufik Ikram Jamil, Ketua Granat Riau Freddy Simanjuntak, serta Bupati Rokan Hilir Bistamam.

Acara diawali dengan pemutaran video, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, hingga pemutaran video pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran kepolisian.

Momen utama ditandai dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba melalui pemasangan selempang oleh Kapolda Riau kepada para duta, yang terdiri dari 5 duta nasional dan 18 duta lokal.

Perwakilan duta nasional, Okan Cornelius, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam melawan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, kegiatan juga diwarnai penampilan seni budaya seperti pembacaan puisi oleh Sendy Alpagari dan teatrikal dari Riau Creative Hub.

Sebagai bentuk komitmen bersama, dilakukan penandatanganan prasasti Kampung Tangguh Anti Narkoba oleh Kapolda Riau bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Riau dan perwakilan Desa Panipahan.

Dalam arahannya, Irjen Herry menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.

“Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial,” tegasnya.

Kapolda mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga April 2026, Polda Riau telah mengungkap 3.287 kasus narkoba dengan 4.719 tersangka.

“Dari pengungkapan tersebut, kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 5,3 juta jiwa. Namun kita harus jujur, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar. Karena itu, penguatan di level masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi sosial di Panipahan yang memerlukan perhatian serius, terutama banyaknya keluarga terdampak narkoba.

“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba,” katanya.

Sebagai langkah tegas, Kapolda menyebut telah dilakukan evaluasi internal di Polsek Panipahan.

“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Polda Riau juga mendorong pendekatan sosial dan ekonomi, salah satunya melalui bantuan mesin ketinting kepada masyarakat sebagai alternatif mata pencaharian.

“Kita harus mengubah struktur ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi bergerak dan UMKM tumbuh, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” tambahnya.

Kapolda juga menitipkan pesan kepada para Duta Anti Narkoba agar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” pesannya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba, bincang santai bersama duta nasional, serta penampilan musik.

Melalui kegiatan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Riau yang bersih dari narkoba.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved