Minggu, 10 Mei 2026

Dibantu 15 Warga, Evakuasi Mesin Helikopter PK-CFX di Sekadau Kalbar Dilakukan Manual

Sekitar 15 orang warga Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat turut membantu proses pengangkatan mesin helikopter

Tayang:
Penulis: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Evakuasi mesin Airbus Helicopter H-130 PK-CFX dilakukan manual warga di Tapang Tingang melewati medan sulit
  • Sekitar lima belas warga membantu memikul mesin menuju akses darat agar dapat diangkut kendaraan roda empat
  • Mesin dikirim ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk investigasi lanjutan tanpa black box tersedia

TRIBUNNEWS.COM, SEKADAU - Pengangkatan mesin helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 (tipe H-130T2) dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman dilakukan secara manual, pada Senin (20/4/2026).

Sekitar 15 orang warga Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat turut membantu proses pengangkatan mesin helikopter dari lokasi jatuh menuju akses darat yang dapat dijangkau kendaraan roda empat.

Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono menjelaskan proses evakuasi dilakukan secara manual dengan cara memikul mesin helikopter melewati jalur yang cukup berat.

“Medan yang dilalui berupa tanjakan, turunan, dan akses yang terbatas, sehingga membutuhkan kerja sama seluruh tim serta partisipasi dari masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut membantu seluruh rangkaian proses evakuasi hingga berjalan dengan baik.

“Kami mengapresiasi kepedulian dan partisipasi masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi. Dukungan warga sangat membantu tim gabungan, terutama dalam proses pengangkatan mesin dari lokasi yang cukup sulit dijangkau,” tambah AKP Triyono.

Setelah berhasil dikeluarkan dari lokasi kejadian, mesin helikopter kemudian dibawa menggunakan kendaraan roda empat dan dikirim menuju kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna dilakukan pemeriksaan dan analisis teknis lebih lanjut.

“Selama rangkaian olah TKP dan investigasi berlangsung sejak hari pertama, tim gabungan telah melakukan dokumentasi, pengumpulan data, pengamanan dokumen penerbangan, pengambilan komponen penting helikopter, hingga evakuasi mesin sebagai bagian penting dalam proses investigasi lanjutan,” pungkas AKP Triyono.

Olah TKP

Olah TKP (tempat kejadian perkara) dan investigasi kecelakaan PK-CFX selesai pada Senin (20/4/2026).

Proses olah TKP dan investigasi tersebut telah berlangsung selama tiga hari, sejak 18 hingga 20 April 2026 oleh KNKT, bersama tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, kru PT Matthew Air, serta dukungan masyarakat setempat.

 “Pada hari terakhir, tim gabungan melaksanakan evakuasi komponen utama helikopter berupa mesin dari titik jatuh sebagai bagian dari tahapan lanjutan investigasi kecelakaan udara,” ujar AKP Triyono.

Baca juga: TNI Kerahkan Ratusan Personel dan Dukungan Udara Evakuasi Korban Helikopter Airbus H130 di Sekadau

Dari unsur Polri, kegiatan dipimpin oleh Kapolsek Nanga Taman Ipda Bari Candramedi bersama personel yang bertugas mengamankan lokasi serta mendampingi selama proses evakuasi berlangsung.

Tidak Dilengapi Black Box

KNKT mengungkapkan bahwa helikopter tersebut tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan (black box).

Investigator KNKT, Dian Saputra, menjelaskan bahwa helikopter jenis Airbus Helicopter EC130 T2 tersebut memang tidak memiliki flight data recorder (FDR) maupun cockpit voice recorder (CVR) sebagaimana yang umumnya terdapat pada pesawat komersial besar.

"Dari informasi yang kami peroleh melalui operator serta otoritas penerbangan Prancis, helikopter ini tidak dilengkapi FDR maupun CVR. Jadi tidak ada perekam percakapan maupun monitoring data penerbangan seperti pada pesawat besar," ujarnya pada Jumat, 17 April 2026.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved