Dua Warga Bolmong Tewas di PETI Tanoyan, Terperosok ke Lubang Tambang Sedalam 10 Meter
Dua penambang tewas di PETI Bolmong setelah jatuh ke lubang 10 meter. Polisi selidiki dugaan paparan zat asam dan pengelola tambang ilegal
Ringkasan Berita:
- Dua warga Bintau, Roma (26) dan Romi (31), tewas di PETI Tanoyan Selatan, Bolmong setelah terperosok ke lubang 10 meter
- Rekan menemukan keduanya di dasar lubang dalam kondisi meninggal, evakuasi sulit karena dugaan paparan zat asam
- Polisi Polres Kotamobagu olah TKP, pasang garis polisi, selidiki dugaan pengelolaan PETI oleh warga berinisial AGP
TRIBUNNEWS.COM, BOLMONG – Dua warga asal Desa Bintau, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, ditemukan meninggal dunia di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Senin (20/4/2026).
Kedua korban diketahui bernama Roma Damapolii (26) dan Romi Damapolii (31). Keduanya merupakan pekerja kongsi yang diduga aktif di lokasi tambang emas ilegal tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi saat kedua korban sedang beraktivitas di area tambang.
Mereka diduga terperosok ke dalam lubang galian sedalam sekitar 10 meter yang berada di area PETI tersebut.
Rekan-rekan kerja korban yang berada di lokasi sempat berusaha melakukan pencarian setelah mengetahui keduanya tidak terlihat.
Tak lama kemudian, keduanya ditemukan di dasar lubang dalam kondisi tidak bernyawa.
Baca juga: Di Bolaang Mongondow Timur Sulut, 5 Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun
Peristiwa ini sontak membuat aktivitas di lokasi tambang terhenti sementara, sementara sejumlah pekerja lainnya terlihat panik dan berupaya meminta bantuan.
Polisi Turun Tangan, Lakukan Olah TKP
Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian bersama Polsek Lolayan segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami bersama Polsek Lolayan sudah ke lokasi dan melakukan police line,” ujar Iptu Ahmad.
Selain memasang garis polisi, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan awal dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerja mereka yang berada di area tambang.
“Korban ditemukan oleh pekerja lain, setelah diduga jatuh ke dalam lubang tambang,” tambahnya.
Proses evakuasi kedua korban dilaporkan berlangsung cukup sulit dan memakan waktu.
Hal ini disebabkan kondisi lubang tambang yang telah terisi zat asam yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan di dalamnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tewas111111.jpg)