Berita Viral
Barang Bukti Rumah Kades Hoho jadi Sasaran Teror, Motif Diduga Seleksi Perangkat Desa
Aksi teror bom molotov menimpa Kades Hoho Alkaf, mobilnya dibakar OTK saat keluarga tidur, polisi selidiki dalang di balik serangan.
Ringkasan Berita:
- Kepala Desa Purwasaba, Hoho Alkaf, mengalami teror pembakaran mobil Honda Civic di garasi rumahnya oleh orang tak dikenal.
- Polisi bersama tim Labfor Polda Jateng mengamankan barang bukti dan mendalami kasus.
- Hoho menilai aksi ini sebagai upaya pembunuhan terkait konflik penjaringan perangkat desa.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus teror kembali mencuat di Indonesia, kali ini menimpa seorang kepala desa bernama Welas Yuni Nugroho atau yang populer disapa Hoho Alkaf.
Kades Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah tersebut sempat viral karena penampilan nyentriknya dengan tubuh penuh tato.
Namun, Kades Hoho dianggap mensejahterakan perekonomian desa dengan program ketahanan pangan.
Teror yang dialami Kades Hoho terjadi pada Kamis (23/4/2026) dini hari saat keluarganya tidur.
Mobil Honca Civic yang terparkir di garasi rumah menjadi sasaran pembakaran oleh orang tak dikenal.
Diduga pelaku yang mengendarai sepeda motor melemparkan bom molotov ke mobil.
Kades Hoho menjadi orang yang pertama kali melihat kobaran api di garasinya.
Sejumlah warga yang terbangun turut membantu memadamkan api.
Baca juga: Viral, Seorang Pria Mengamuk Usai Diduga Dilecehkan Pria Lain di KRL, KAI Beri Tindakan
Beruntungnya, api dapat dipadamkan sehingga tidak merembet ke rumah.
Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan Satreskrim Polres Banjarnegara dibantu tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah.
Barang bukti diamankan mulai sisa kain serta potongan kayu sepanjang 50 sentimeter yang diduga digunakan untuk membakar mobil.
Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Sugeng Tugino, mengatakan proses penyelidikan masih berlangung untuk mengungkap pelaku teror.
"Dimungkinkan itu bensin, cuma belum kami cek apakah (bensin) itu disiram dulu ataupun bersamaan (dengan lemparan (kayu dan kain)," paparnya, Jumat (24/4/2026), dikutip dari TribunJateng.com.
Sejumlah rekaman CCTV telah dicek, namun CCTV yang mengarah ke garasi dalam kondisi mati.
Baca juga: Viral Rencana Pengadaan Kursi Pijat Pemkab Pati Rp40 Juta, Ternyata Disusun Sejak Era Sudewo