Berita Viral
Kisah Bu Atun: Maafkan Murid yang Mengoloknya, Sumbangkan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi
Bu Atun, guru di Purwakarta yang diolok-olok pilih memaafkan para siswanya. Ia juga menyumbangkan Rp25 juta dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Ringkasan Berita:
- Nama Bu Atun, baru-baru ini menyita perhatian publik setelah diolok-olok oleh siswanya.
- Namun, ia memilih untuk memaafkan sembilan muridnya yang terlibat.
- Bu Atun juga menyumbangkan Rp25 juta dari Gubernur Dedi Mulyadi untuk yayasan yatim.
TRIBUNNEWS.COM - Guru merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.
Di tangan para guru, kualitas generasi masa depan dibentuk, bukan hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga karakter, nilai, dan semangat kebangsaan.
Oleh karena itu, peran guru sangat strategis dalam menentukan arah kemajuan suatu negara.
Sosok guru bernama Syamsiah atau yang akrab disapa Bu Atun, baru-baru ini menyita perhatian publik.
Hal itu setelah ia diolok-olok oleh sembilan siswanya. Video aksi para siswa mengolok Bu Atun itu viral di media sosial.
Bu Atun merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMAN 1 Purwakarta, Jawa Barat.
Meski mendapat perlakuan tidak sopan, Bu Atun memilih untuk memaafkan sembilan muridnya.
Ia juga mendoakan agar mereka dapat menyadari kesalahan dan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik.
"Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya."
"Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak," ujar Syamsiah atau dikenal dengan nama bu Atun kepada Tribunjabar.id, Senin (20/4/2026).
Keputusan Bu Atun yang memilih memaafkan siswa yang mengoloknya itu juga ia tegaskan saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Baca juga: Pengakuan Guru SMAN 1 Purwakarta setelah Dihina Siswa, Disorot Mendikdasmen dan Dedi Mulyadi
Dalam video di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang diunggah pada Rabu (22/4/2026), Gubernur Jawa Barat itu menanyakan alasan Bu Atun memaafkan siswa yang mengoloknya.
"Ibu memaafkan kenapa?" tanya Dedi Mulyadi.
Menurut Bu Atun, tidak semua kesalahan harus dibalas dengan hukuman keras.
Karena, kata dia, pada dasarnya setiap anak memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bu-atun-alias-syamsiah-guru-pkn-sman-1-purwakarta-asdf.jpg)