Sosok Debt Collector yang Prank Damkar Semarang, Ngaku di Surabaya tapi Terdeteksi di Sleman
Debt collector prank Damkar Kota Semarang dengan membuat laporan kebakaran palsu di warung nasi goreng.
“Saya terlalu jauh pak. Dari Surabaya, Iya pak, saya tanggung jawab. Saya minta maaf kepada pihak damkar,” tulisnya.
Setelahnya, percakapan itu dihapus dan nomor F tidak lagi dapat dihubungi.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan penghapusan chat memperkuat dugaan tidak adanya itikad baik dari pelapor.
“Chat sempat dihapus, nomor juga sudah tidak aktif. Tapi kami sudah simpan screenshot sebagai bahan laporan,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Tantri menjelaskan, laporan kebakaran itu masuk pada Kamis sekira pukul 17.10 WIB.
Laporan itu masuk melalui layanan pengaduan WhatsApp Damkar Kota Semarang.
Pelapor menyebut terjadi kebakaran di sebuah warung nasi goreng.
Ternyata, laporan itu fiktif. Tantri menyatakan, itu merupakan ulah debt collector pinjol.
"Jadi, ini ceritanya tadi itu ada laporan ke sini melalui 113, WA-nya Damkar. Ternyata itu DC Pinjol."
"Jadi itu diteror sama DC Pinjol, terus melaporkan kalau warung nasi goreng itu kebakaran," kata Tantri dihubungi TribunJateng.com.
Tantri melanjutkan, debt collector itu melakukan laporan fiktif untuk menakut-nakuti penjual nasi goreng.
"Yang lapor itu DC-nya, cuma buat nakut-nakuti (penjual nasi goreng) aja," ucapnya.
Dalam kejadian itu, Damkar Kota Semarang mengerahkan dua unit armada dengan total sekira 12 personel.
"Tadi (kami terjunkan) dua armada. Satu armada itu enam orang, berarti (total) 12 orang," sebutnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Inilah Isi Chat F, Debt Collector yang Prank Damkar Semarang Ngaku Pegawai Warung Nasi Goreng
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJateng.com/Rezanda Akbar D/Idayatul Rohmah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/debt-collector-prank-damkar-semarang.jpg)