Rabu, 29 April 2026

Cerita Kapten Ashari Dibajak Perompak Somalia: Kamarku Diberondong Peluru

Ashari yang turun ke kamar untuk berlindung mengaku langsung menjadi sasaran tembakan.

Tayang:
Editor: Erik S
HO/IST/Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
PEROMPAK SOMALIA - Santi Sanaya (26) (cadar) saat menceritakan kronologis suaminya Ashari Samadikun (33), disandera perompak saat berlayar di perairan Somalia, di rumahnya Dusun Moncong Loe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattalassang, Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (27/4/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Kapal tanker Honour 25 dibajak perompak Somalia, kapten asal Indonesia Ashari Samadikun menjadi korban penyanderaan.
  • Perompak menyerang bersenjata, menguasai kapal, menahan 17 kru, serta mengambil barang berharga milik awak kapal.
  • Hingga kini kondisi kru belum pasti, keluarga korban berharap pemerintah membantu pembebasan para sandera segera.

TRIBUNNEWS.COM, GOWA-  Kapal tanker Honour 25 yang dikhanodai Kapten Ashari Samadikun (33), pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dibajak perairan Somalia pada 21 April 2026.

Kapal tanker asal Uni Emirat Arab itu berlayar dari Oman, sejak 21 April 2026

Ashari menceritakan awalnya sebuah boat perompak terlihat dari kejauhan.

"Saat itu sekitar jam 10 malam, ada satu boat dari belakang, jaraknya sekitar tiga mil, hanya mengamati kami," ujarnya saat video call dengan rekan seangkatannya di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Senin (27/4/2026).

Namun situasi berubah beberapa jam kemudian.

"Pas jam 2, ada tiga boat. Dua di kanan, satu di kiri. Saya fokus ke kanan karena jumlahnya lebih banyak," katanya.

Ashari mengaku baru menyadari situasi genting setelah mendapat laporan dari kru.

"Jam dua kru telepon, bilang ada boat di kanan. Saya naik, lihat pakai teropong, ternyata mereka bawa senjata. Saya langsung pikir, mati kita," katanya.

Ia kemudian meminta seluruh kru siaga di posisi masing-masing.

Tak lama, situasi semakin mencekam.

Ashari yang turun ke kamar untuk berlindung mengaku langsung menjadi sasaran tembakan.

"Saya masuk kamar, kunci cepat. Tidak lama langsung ditembaki. Kamarku diberondong peluru," katanya.

Di tengah situasi itu, ia sempat mengirim pesan suara ke kantor dan keluarga.

Beberapa saat kemudian, perompak mulai naik ke kapal dan mendobrak pintu.

"Saya dengar pintu didobrak. Semua kru disuruh keluar, kumpul, angkat tangan," katanya.

Tak lama berselang, pemimpin perompak mendatanginya dan menodongkan senjata.

Baca juga: SBY Kenang Operasi Pembebasan Sandera di Somalia: Kalau Gagal, Karier Politik Saya Finish

"Bosnya naik ke lantai dua, dobrak pintu kamarku, langsung todong senjata ke kepala," ujarnya.

Dalam kondisi terancam, Ashari mencoba menenangkan situasi.

"Saya bilang, Assalamu’alaikum. Saya bilang I am muslim, don’t shoot. Dia jawab waalaikumsalam," katanya.

Situasi sempat mereda, namun ketegangan masih berlangsung.

"Dia tanya, kamu muslim? Saya bilang iya, Muslim Indonesia. Saya juga bilang saya kapten," katanya.

Setelah itu, ia diperintahkan menghentikan kapal.

"Saya bilang jangan tembak, saya muslim, kamu muslim. Habis itu agak tenang," lanjutnya.

Meski begitu, perompak tetap mengambil barang-barang miliknya.

"Uang dan barangku diambil, dikumpulkan semua," ucapnya.

Nasib Belum Pasti

Hingga kini, kondisi Ashari bersama 16 kru lainnya masih belum pasti.

Kawanan perompak belum menentukan besaran tebusan yang diminta.

Di sisi lain, keluarga korban di Gowa diliputi kecemasan.

Ibu Ashari, Siti Aminah (57), meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto menyelamatkan anaknya.

"Saya minta tolong ke Pak Prabowo, bantu anak saya," katanya di rumahnya di Dusun Moncong Loe, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Kemlu Pastikan 1 ABK WNI Korban Pembajakan di Somalia Dipulangkan, 5 Masih Disandera

Aminah mengaku sudah beberapa hari terakhir dihantui kecemasan sejak menerima kabar pembajakan.

Meski sang anak sempat meminta agar tidak khawatir, perasaan cemas tetap tidak bisa dibendung.

"Anakku selalu bilang jangan dipikirkan, tapi saya tidak bisa," ujarnya sambil terisak.

Ia menyebut Ashari merupakan tulang punggung keluarga.

"Dia yang menafkahi keluarga, anak saya itu," katanya.

Ashari merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.

Menurut Aminah, putranya dikenal sebagai sosok penyayang dan bertanggung jawab terhadap keluarga.

"Sangat baik sama saudara-saudaranya dan orang tua," katanya.

Sebelum keberangkatan terakhir, Aminah sempat merasa khawatir.

Namun, tekad Ashari untuk mencari nafkah bagi istri dan dua anaknya membuatnya tetap berangkat.

"Ini sudah kedua kalinya ke Somalia," ujarnya.

Kini, ia hanya berharap anaknya bisa segera diselamatkan.

"Pak Prabowo, tolong anak saya. Sudah beberapa hari ditahan perompak," katanya.

Kapal Honour 25 membawa 17 kru dari berbagai negara, termasuk empat warga negara Indonesia.

Empat WNI tersebut masing-masing adalah Ashari Samadikun sebagai kapten, Wahudinanto sebagai Chief Officer, Adi Faizal sebagai third officer, dan Fiki Mutakin.

Pengakuan Istri

Kabar penyanderaan itu pertama kali diterima sang istri, Santi Sanaya (26), melalui pesan suara dari suaminya.

“Pertama kali itu saya dapat informasi dari suamiku tanggal 21 April malam sekitar setengah 8,” ucap Santi saat ditemui di kediamannya di Dusun Moncong Loe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattalassang, Senin (27/4/2026).

Ia mengatakan, suaminya mengirim voice note yang mengabarkan kapal mereka diserang bajak laut.

“Saya dapat voice note dari suamiku katanya diserang bajak laut. Lima menit kemudian saya coba kontak kembali, masih aktif tapi tidak direspon,” katanya.

Tak lama berselang, komunikasi pun terputus.

Beberapa hari kemudian, Santi kembali mendapat kabar dari suaminya melalui video call menggunakan ponsel kapal.

“Hari Jumat kemarin dia video call pakai HP kapal, dikasih kesempatan oleh orang kantor sama perompaknya,” jelasnya.

Dalam komunikasi tersebut, Ashari menyampaikan kondisi seluruh awak kapal.

Kondisinya, kata dia, masih dalam keadaan selamat.

Namun, masih berada di bawah ancaman.

“Alhamdulillah semua sehat, tapi tetap ada ancaman. Perompaknya bilang mereka juga terancam diserang dari pihak luar,” ujarnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kapten Ashari: Kami Dikepung Tiga Boat Perompak Somalia

dan

Tangis Istri Kapten Asal Gowa Pecah Ceritakan Suami Disandera Perompak di Laut Somalia

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved