Minggu, 3 Mei 2026

Duduk Perkara Pelajar di Yogyakarta Dikeroyok hingga Tewas oleh 7 Pria Dewasa

Pelajar di Bantul tewas dikeroyok 7 pria, polisi ungkap motif balas dendam dan keterlibatan geng.

Tayang:

Bayu menambabkan, tak menutup kemungkinan tersangka bisa saja bertambah.

"Sementara masih ada tujuh tersangka yang terlibat,"

"Nanti kami dalami lagi apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat. Karena, kami akan mengusut tuntas pihak terlibat," beber Bayu.

Alasan Penganiayaan

AKBP Bayu menuturkan, JMA balas dendam dengan memerintahkan YP dan BLP untuk menjemput korban.

"JMA merupakan inisiator atau aktor intelektual yang memerintahkan tersangka YP dan BLP untuk menjemput korban dan akhirnya terjadi pengeroyokan di Lapangan Gadung Mlati," katanya kepada wartawan saat jumpa pers di Polres Bantul, Selasa (28/4/2026).

Sebelumnya, JMA meminta YP dan BLP untuk menghubungi korban karena korban merupakan anggota geng musuhnya bernama Kuras, sementara ia adalah geng Tores.

"Jadi tersangka menanyakan apakah kamu (korban) merupakan anggota geng Kuras? Dan diiyakan oleh korban," ungkap Bayu.

Dari hasil penyelidikan, ternyata ada empat tempat yang jadi lokasi penganiayaan.

"Jadi, memang ada perselisihan dan hasil pengembangan dengan penyidik ada empat lokasi terjadinya tempat kejadian perkara (TKP) pembacokan. Sehingga kasus ini berkembang dan ada empat TKP di Bantul yakni di Manding, Trirenggo, Gepensi, dan Palbapang," jelasnya.

Kronologi Kejadian

Ayah Korban, Sugeng Royanto (53) menceritakan, sebelum dikeroyok segerombolan orang di Lapangan Gedung Mlaten, anaknya masih di rumah dan bermain bersama keponakannya.

"Awalnya, Selasa (14/4/2026) kira-kira jam 21.00 WIB itu, anak saya masih di rumah. Itu dia masih bermain sama keponakannya. Terus sekitar jam 21.30 WIB, saya posisi sudah tidur karena capek kerja," ungkapnya, kepada wartawan, di rumahnya, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Dikira Pegawai Daycare Little Aresha, ASN Bantul Dihujat Warganet yang Salah Sasaran

Kepada TribunJogja.com, ia mengaku tiba-tiba ada dua orang berboncengan dengan motor datang ke rumahnya.

"Nah di situ, tiba-tiba ada teman anak saya pakai sepeda motor Nmax kalau enggak salah boncengan. Terus njemput anak saya itu. Yang tahu itu malah tetangga," ujarnya.

Saat itu, korban di bawa ke salah satu SMA di Bantul.

"Terus tidak selang lama, ada dua orang lagi boncengan pakai Scoopy warna hitam merah, kalau enggak salah. Itu boncengan dan jemput Ilham, anak saya," beber dia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved