Kamis, 30 April 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

Daftar 3 Pentolan KKB Terlibat Aksi Kekerasan di Yahukimo, Sosok dan Rekam Jejak Kriminal Mereka

Kasatgas Humas ODC 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkapkan tiga nama yang terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Yahukimo.

Tayang:
Penulis: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Istimewa
EVAKUASI KORBAN KKB - Kasus kekerasan, pembunuhan, pembakaran hingga penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan menyeret nama 3 pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Foto RK (29), warga sipil mengalami luka serius dan harus dirujuk ke Jayapura untuk perawatan intensif usai ditembak KKB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (27/4/2026). 
Ringkasan Berita:


TRIBUNNEWSCOM, YAHUKIMO - Kasus kekerasan, pembunuhan, pembakaran hingga penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan menyeret nama 3 pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kasatgas Humas ODC 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkapkan tiga nama yang terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Yahukimo.

Baca juga: Pangkogabwilhan III Benarkan Prajurit Tembak Mati KKB Jeki Murib, Jasad Diseret-Dibakar Kelompok OPM

Mereka adalah:

  1. Meno Kogoya
  2. Kotor Payage alias Kotoran Giban
  3. Homi Heluka

Ketiga anggota KKB ini sudah tertangkap dan kasusnya ditangani oleh aparat keamanan.

Sosok Meno Kogoya

 

 

Meno Kogoya adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang ditangkap oleh Satgas Operasi Damai Cartenz pada 26 Februari 2026 di Dekai, Kabupaten Yahukimo

Ia diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata, termasuk pembunuhan, penembakan kendaraan, dan penyerangan pesawat Hercules.

Dugaan Keterlibatan dalam Aksi Kekerasan

  • 20 September 2025: Meno Kogoya teridentifikasi kuat sebagai aktor di balik pembunuhan dua pendulang emas.
  • 22 September 2025: terlibat penembakan kendaraan taktis Hilux Armor.
  • 29 Desember 2025: Penembakan mobil Avanza putih.
  • 14 Januari 2026: Penembakan pesawat Hercules di Bandara Nop Goliat Dekai.

Baca juga: Sosok Yemis Yohame, Kasubag Dinas Perumahan Yahukimo Tewas Diduga Ditembak KKB, Bukan Sekpri Wabup

"Jadi dia (Meno Kogoya) terlibat dalam pembunuhan dua pendulang emas, penembakan mobil Hilux, hingga penembakan pesawat Hercules," ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam keterangan kepada media, Senin (2/3/2026).

Sosok Kotor Payage

Kotor Payage, yang juga dikenal dengan alias Kotoran Giban, adalah salah satu tokoh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua

Ia ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan dipindahkan ke Jayapura pada 23 Februari 2026 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan, termasuk percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap warga sipil.

Kotor Payage dikaitkan dengan sejumlah tindak pidana berat, di antaranya:

  • Juni 2025: Kotor diduga terlibat dalam rangkaian serangan bersenjata terhadap personel TNI Serka Segar Mulyana.
  • Akhir Januari 2026: Ia juga teridentifikasi ikut serta dalam aksi penembakan truk boks di Kilometer 7 Logpon.
  • 12 Februari 2026: Percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap seorang warga bernama Suwono.

Kasus Kotor Payage alias Kotoran Giban kini ditangani Polda Papua.

Sosok Homi Heluka

Homi Heluka salah satu pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Ia merupakan komandan KKB Batalyon Yamue.

Homi Heluka ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz pada 20 Februari 2026 setelah lama menjadi buronan karena terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata yang menewaskan aparat maupun warga sipil.

Dia ditangkap di dekat kantor DPR Yahukimo sekitar pukul 11.00 WIT.

Kini Homi Heluka menjalani pemeriksaan di Polres Yahukimo.

Rekam Jejak Aksi Kekerasan

Homi Heluka diduga terlibat dalam serangkaian aksi berdarah sejak 2022:

  • 2022: Penembakan dua anggota Brimob di Logpon, salah satunya tewas.
  • 28 Januari 2025: Pembakaran mobil Sat Binmas di Dekai.
  • April 2025: Pembunuhan belasan pendulang emas tradisional di Yahukimo.
  • 16 Juni 2025: Penembakan anggota Kodim 1715 Yahukimo hingga tewas.
  • 31 Januari 2026: Pembakaran mobil di KM 02 Dekai.
  • 2 Februari 2026: Pembunuhan seorang tukang dan perusakan bangunan SMA Yapesli.
  • 12 Februari 2026: Penembakan terhadap warga sipil bernama Suwono.

Kondisi Warga Sipil Usai Ditembak KKB

RK (29), warga sipil mengalami luka serius dan harus dirujuk ke Jayapura untuk perawatan intensif usadi ditembak KKB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (27/4/2026)..

Insiden penembakan diduga dilakukan KKB Kodap XVI Yahukimo.

Peristiwa penembakan ini terjadi pada siang hari ketika korban sedang melintas di wilayah Distrik Dekai. 

Tanpa diduga, korban menjadi sasaran tembakan hingga mengalami satu luka tembak di bagian leher kiri.

Dia juga menderita delapan luka tambahan yang diduga berasal dari pecahan proyektil. 

RK, tenaga profesional di lingkungan Pemkab Yahukimo itu langsung dievakuasi oleh aparat gabungan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diterbangkan ke Jayapura.

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria mengatakan respons cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan korban dan mencegah gangguan lanjutan.

"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami satu luka tembak pada leher kiri serta sejumlah luka akibat pecahan proyektil. Korban telah kami rujuk ke rumah sakit di Jayapura untuk penanganan lanjutan," jelasnya dalam rilis yang diterima Tribun-Papua, Senin (27/4/2026) malam.

Setelah evakuasi, aparat gabungan langsung mengamankan lokasi kejadian, olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengumpulkan informasi lapangan untuk mengidentifikasi pelaku.

"Kami juga tingkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah titik rawan di Distrik Dekai juga ditingkatkan guna mencegah aksi susulan," beber Andria.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan bahwa kekerasan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum berat yang akan ditindak tegas.

"Setiap aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berkeadilan," tegasnya.

Faizal menambahkan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan dan tidak akan dihentikan sampai identitas serta jaringan yang terlibat berhasil diungkap.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan informasi penting kepada aparat keamanan. Partisipasi masyarakat sangat membantu menjaga stabilitas wilayah," ujarnya.

Pelaku penembakan terhadap warga sipil dapat dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana kekerasan bersenjata.

"Ancaman hukuman penjara jangka panjang sesuai ketentuan perundang-undangan," tegasnya.

Hingga kini, Satgas Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo terus memburu pelaku dan memperkuat pengamanan di sejumlah titik strategis. 

"Kami minta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi demi menjaga situasi tetap kondusif," pungkas Faizal. 
 
Penulis: (Tribunpapuatengah.com/Marselinus Labu Lela) (Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunpapuatengah.com dengan judul Satgas ODC Ungkap Identitas 3 Aktor Penting di Balik Rangkaian Teror Yahukimo: Ada Nama Meno Kogoya

 

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved