Kamis, 30 April 2026

Dipecat Usai Absen 181 Hari, Guru ASN Jombang Ngaku Sakit dan Soroti Sistem Absensi

Dipecat karena absen 181 hari, guru ASN Jombang bantah dan soroti kesehatan serta sistem absensi. Pemerintah tegaskan ini murni pelanggaran disiplin

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribun Jatim/Anggit Puji Widodo
ASN JOMBANG DIPECAT - Guru aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jombang, Yogi Susilo, resmi diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri (PDH) setelah tercatat tidak masuk kerja selama 181 hari sepanjang 2025 (kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang Wor Windari (kanan) 

Ringkasan Berita:
  • Guru ASN di Jombang, Yogi Susilo, diberhentikan setelah tercatat absen 181 hari pada 2025 
  • Ia membantah tuduhan itu dan menyebut kondisi kesehatan serta sistem absensi manual sebagai penyebab utama 
  • Pemerintah daerah menegaskan keputusan murni karena pelanggaran disiplin, bukan kritik

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG –  Guru aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jombang, Yogi Susilo, resmi diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri (PDH) setelah tercatat tidak masuk kerja selama 181 hari sepanjang 2025.

Keputusan tersebut ditetapkan pada 18 April 2026, menyusul hasil pemeriksaan yang menyatakan Yogi melanggar disiplin kehadiran sebagai ASN.

Namun, Yogi membantah tuduhan tersebut.

Ia menyebut kondisi kesehatan serta persoalan sistem absensi menjadi faktor utama di balik ketidakhadirannya.

Kesehatan Jadi Alasan

Yogi mengaku mengalami gangguan tulang belakang akibat kecelakaan pada 2016.

Kondisi saraf terjepit yang dideritanya membuat ia harus menghindari aktivitas berat, termasuk perjalanan jauh menuju sekolah.

“Dokter bilang ini tidak bisa sembuh total,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Penemuan Mayat di 3 Wilayah: Bandung Barat Diduga Dibunuh, Sleman-Jombang Nonkriminal

Sejak 2023, Yogi ditugaskan sebagai pelaksana tugas kepala sekolah di SDN Jipurapah 2, Kecamatan Plandaan.

Lokasi sekolah yang berada di wilayah perbukitan dengan akses sulit membuat perjalanan menjadi tantangan tersendiri.

Setiap hari, ia harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam melalui jalur berkelok dan berbatu.

“Ini bukan sekadar rutinitas, tapi ujian fisik,” katanya.

Ia mengaku tetap berusaha menjalankan tugas mengajar, meski harus menghadapi keterbatasan fisik.

Permohonan mutasi yang diajukan berulang kali tapi tidak pernah mendapat tindak lanjut.

Soroti Sistem Absensi dan Kritik Fasilitas
Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved