Sabtu, 2 Mei 2026

Kronologi Buruh Tewas Bersimbah Darah Diduga Terjerat Benang Layangan di Karawang, Sempat Teriak

Buruh harian lepas asal Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang tewas bersimbah darah diduga terjerat benang layangan.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Tribun Batam
TERJERAT BENANG- Potret ilustrasi jenazah. Buruh harian lepas asal Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang tewas bersimbah darah diduga terjerat benang layangan, Kamis (30/4/2026) sore. 

Ringkasan Berita:
  • Buruh harian lepas asal Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tewas bersimbah darah diduga terjerat benang layangan
  • Korban sempat berteriak minta tolong sebelum tak sadarkan diri
  • Keluarga menolak jasad korban diautopsi

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - Pria berinisial C (32), buruh harian lepas asal Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tewas bersimbah darah diduga terjerat benang layangan.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang pada Kamis (30/4/2026) sekira pukul 15.30 WIB.

Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Ardiansyah mengatakan saat ditemukan, korban masih berada di atas sepeda motornya dengan kondisi tak sadarkan diri akibat luka cukup parah di bagian lehernya.

Saat itu, korban yang terus mengeluarkan darah langsung dibawa warga sekitar ke RSUD Karawang untuk mendapat pertolongan medis.

Namun, nyawanya tidak tertolong.

"Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pendatanganan TKP, koordinasi dengan Tim Inafis, pemeriksaan saksi-saksi, serta pembuatan laporan resmi kejadian. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini," kata Ipda Cep dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Curhat Pilu Pemotor Usai Terjerat Benang Layangan, Jilbab Robek dan Tangan Cedera

Adapun berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum tak sadarkan diri, korban sempat berteriak meminta pertolongan.

Saksi Budianto (54) dan Ramadhan (49) yang mendengar teriakan korban berusaha untuk menolong.

Saat itu, dalam kondisi panik, korban diduga menyampaikan bahwa dirinya terkena benang.

Kemudian, saksi lainnya bernama Gugun Gunawan (36) saat itu sudah melihat korban dalam kondisi terdiam di atas sepeda motor dan ada aliran darah hingga membasahi baju korban.

Baca juga: 3 Aksi Unik Damkar Tolong Burung yang Nyangkut Benang Layangan di Cianjur hingga Salatiga, Viral

Ipda Cep mengatakan dalam hal ini, pihak keluarga tidak berkenan untuk korban dilakukan autopsi guna mengungkap penyebab sebenarnya apa yang diderita korban.

Namun, Ipda Cep menyebut pihaknya tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut apakah ada penyebab lain selain terjerat benang hingga membuat korban tewas.

“Kami menghormati keputusan keluarga korban yang menolak autopsi. Namun demikian, kami tetap mengumpulkan informasi dan keterangan yang ada guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam kejadian ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkap Polres Karawang turut mengucapkan bela sungkawa atas peristiwa yang menimpa korban.

Ipda Cep juga mengimbau kepada semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya di wilayah terbuka yang rawan aktivitas layangan.

Benang layangan, terutama yang menggunakan bahan tertentu, katanya, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved