Kecelakaan Maut di Musi Rawas Utara
3 dari 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS adalah Pasutri & Bayinya Berusia 18 Bulan Asal Lampung
Aldi, istri dan bayinya berada di dalam Bus ALS yang mengalami kecelakaan lalu terbakar hebat usai bertabrakan dengan truk tangki minyak.
Ringkasan Berita:
- Pasangan suami istri asal Way Tuba, Lampung meninggal dunia dalam insiden kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, Rabu (6/6/2026).
- Mereka adalah Aldi Sulistyawan (suami), istrinya Hani, serta putri mereka Bella yang masih berusia 1,5 tahun.
- Ketiga korban berada di dalam Bus ALS yang mengalami kecelakaan lalu terbakar hebat usai bertabrakan dengan truk tangki minyak.
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Pasangan suami istri asal Way Tuba, Lampung meninggal dunia dalam insiden kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, Rabu (6/6/2026).
Mereka adalah Aldi Sulistyawan (suami), istrinya Hani, serta putri mereka Bella yang masih berusia 18 bulan atau 1,5 tahun.
Aldi, istri dan bayinya berada di dalam Bus ALS yang mengalami kecelakaan lalu terbakar hebat usai bertabrakan dengan truk tangki minyak.
Baca juga: Indonesia Darurat Keselamatan Jalan, MTI Soroti Keras Laka Maut Bus ALS vs. Truk Tangki di Muratara
Rohma, adik korban Aldi Sulistyawan, mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa kakak beserta keluarganya.
Ia bahkan tidak mengetahui jika Aldi sedang dalam perjalanan merantau ke Pekanbaru bersama istri dan anaknya.
"Saat itu tidak ada interaksi sama sekali dengan kakak saya. Tahu-tahu sudah berangkat," ujar Rohma saat ditemui di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).
Rohma mengatakan dirinya baru mengetahui kabar kecelakaan tersebut setelah dihubungi sang ayah.
"Nah saya dikabari ayah saya kalau mobil kakak saya kecelakaan dan memakan korban jiwa," katanya.
Rohma langsung berangkat mencari keberadaan anggota keluarganya.
Ia sempat menuju RSU Lubuklinggau sebelum akhirnya diarahkan ke RS Bhayangkara Palembang yang menjadi lokasi proses identifikasi korban.
"Saya langsung berangkat ke RSU Lubuklinggau, tapi dialihkan ke RS Bhayangkara. Saya langsung berangkat ke sini," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Di RS Bhayangkara Palembang, Rohma tampak menunggu proses identifikasi dan autopsi selesai dilakukan tim DVI Polri.
Sesekali ia mengusap air mata sambil berharap kakak, kakak ipar, dan keponakannya mendapat tempat terbaik di sisi Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jenazah-Kecelakaan-Bus-ALS-vs-Truk-Tangki-di-Muratara_20260507_092701.jpg)