Sabtu, 9 Mei 2026

Bogor Menuju Kota Warisan, Tim 9 Ajukan Peta Jalan Pelestarian Cagar Budaya

Laporan tersebut merangkum gagasan strategis untuk memperkuat perlindungan dan pemanfaatan warisan budaya di Bogor.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Suut Amdani
Tribunnews.com
PELESTARIAN - Tim 9 merumuskan sejumlah rekomendasi gagasan strategis untuk memperkuat perlindungan dan pemanfaatan warisan budaya di Bogor. 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR — Komunitas pegiat dan pelestari budaya yang menamakan diri Tim 9 menyerahkan laporan hasil diskusi pelestarian warisan cagar budaya kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Laporan tersebut merangkum gagasan strategis untuk memperkuat perlindungan dan pemanfaatan warisan budaya di Bogor.

Tim 9 terdiri dari pegiat sejarah, arsitek, penulis, hingga aktivis lingkungan yang menaruh perhatian pada keberlanjutan warisan budaya kota hujan tersebut.

Dalam suratnya, Tim 9 menegaskan bahwa cagar budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi amanah yang harus dijaga melalui sinergi lintas disiplin ilmu, komunitas, dan pemerintah daerah.

Diskusi Libatkan Akademisi IPB University dan Universitas Atmajaya Jogjakarta

Diskusi menghadirkan akademisi hukum cagar budaya dan hukum adat dari Universitas Atmajaya Jogjakarta, PROF Dra. Endang Sumiarni, S.H., M.H., bersama tim akademisi Departemen Arsitektur Lanskap IPB University.

Mereka menekankan pentingnya Undang-Undang Cagar Budaya sebagai panduan hidup untuk menjaga jejak sejarah bangsa.

“Pelestarian bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama masyarakat dan komunitas,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam diskusi.

Pertemuan diskusi digelar Minggu, 26 April 2026, di Roemah Kahoeripan.

Tiga Fokus Kesepakatan Utama

Kumpulan Pelestari Budaya Bogor bernama TIM 9, terdiri dari: Abdullah Batarfie (Pemerhati Sejarah Empang Bogor, Komunitas JAPAS — Jalan Pagi Sejarah), Arifin Himawan (Ketua Cap Go Meh Kota Bogor), Dewi Djukardi (Arsitek, Ahli Hukum Cagar Budaya dari Roemah Kahoeripan).

Endang Sumitra (Pemerhati Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor), Gatut Susanta (Penulis buku Golok), Hady Rachmat (Pemerhati sejarah pendiri Masjid Agung At-Tohiriyah, bunker di area Bt. Tulis).

Syani N Januar (Pegiat pelestari lingkungan, Komunitas Trisula Pajajaran Sakti), Nugroho Mulyo (Pemerhati Sejarah Bogor), dan Johnny Pinot (Pegiat dan Kreator Konten Sejarah, Jalan Pagi Sejarah).

Tim 9 merumuskan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya:

1. Inventarisasi dan dokumentasi digital

Tim menilai perlu adanya strategi inventarisasi terkoordinasi berbasis teknologi, kolaborasi multipihak, serta pembagian peran jelas dalam pengawasan warisan cagar budaya.

2. Pengembangan ekowisata budaya

Warisan budaya dinilai berpotensi dikembangkan sebagai destinasi edukasi dan wisata tanpa mengurangi nilai historisnya.

Konsep eco-cultural tourism diharapkan menjadi pendekatan yang menyeimbangkan edukasi, pelestarian, dan keberlanjutan lingkungan.

3. Penguatan peta sejarah dan kawasan cagar budaya

Tim menyoroti peta sejarah Bogor yang telah dikembangkan sejak 2015 di IPB University dan didukung Fadli Zon.

Mereka mengusulkan pengembangan koridor kawasan cagar budaya yang membentang dari Lawang Gintung, Batu Tulis, hingga Masjid Agung At-Tohiriyah sebagai bagian dari ekosistem kota bersejarah.

Baca juga: Bangunan Cagar Budaya di Menteng Dibongkar, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Belum Keluarkan Izin

Dorong Kebijakan Pelestarian Berkelanjutan

Tim 9 berharap hasil diskusi ini menjadi masukan kebijakan bagi Pemerintah Kota Bogor untuk langkah pelestarian jangka panjang.

Mereka menekankan pentingnya pelibatan masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam menjaga identitas sejarah kota.

“Sejarah bukan gulungan berdebu di rak. Ia adalah napas kehidupan yang membentuk jati diri kita. Jangan sampai warisan hilang hingga kita kehilangan arah,” tulis Tim 9 dalam penutup suratnya.

Laporan tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi lebih luas demi menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya Bogor bagi generasi mendatang.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved