DPR dan Dinas Pendidikan Papua Barat Daya Dukung Pembelajaran Bahasa Inggris di Pulau Doom
Papua Barat Daya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak Papua di Pulau Doom.
Ringkasan Berita:
- DPR Papua Barat Daya memberikan apresiasi penuh atas inisiatif pembelajaran Bahasa Inggris di Pulau Doom, menilai metode yang diterapkan efektif dan mampu membuat materi sulit lebih mudah dipahami anak-anak asli Papua.
- Ketua DPR Papua Barat Daya, Ortis F. Sagrim, menegaskan bahwa hasil program menunjukkan sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil kini bisa nyata, karena anak-anak mampu menerima dan mengingat materi dengan cepat.
TRIBUNNEWS.COM, SORONG – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat Daya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak asli Papua di Pulau Doom.
Pulau Doom terletak di Kecamatan (Distrik) Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Secara geografis, pulau ini berada tepat di depan pelabuhan utama Kota Sorong.
Ketua DPR Papua Barat Daya, Ortis F. Sagrim, menilai metode pembelajaran yang dilakukan efektif karena mampu membuat materi yang sulit menjadi mudah dipahami oleh anak-anak asli Papua.
"Sesuatu yang sebelumnya dianggap impossible, hari ini kita lihat nyata di depan mata. Anak-anak bisa menerima, memahami, dan mengingat materi dalam waktu singkat," ungkapnya, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya melalui Kepala Dinas, Adolof Kambuaya, memandang program ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya.
Menurut Adolof, penguasaan bahasa internasional kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak.
“Bahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan, pariwisata, teknologi, perdagangan, dan hubungan internasional,” jelasnya.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, Pemerintah Provinsi bersama DPRD Papua Barat Daya berkomitmen untuk memberikan dukungan berkelanjutan bagi program pelatihan Bahasa Inggris di Pulau Doom agar tetap berjalan pada periode-periode berikutnya.
Keberlanjutan program ini dinilai krusial agar transformasi pendidikan di wilayah kepulauan tidak berhenti di tengah jalan, melainkan menjadi agenda rutin yang dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di pelosok Papua Barat Daya.
Dukungan kuat dari lembaga legislatif dan eksekutif ini sekaligus memperkuat arah kebijakan pemerintah terkait penguatan kurikulum pendidikan.
Program ini dianggap sangat relevan dengan rencana pemberlakuan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar.
Lebih jauh, sinergi yang tercipta antara lembaga adat, yayasan lokal, DPR, hingga Dinas Pendidikan menunjukkan komitmen bersama untuk membangun pusat pendidikan bahasa yang representatif di Papua Barat Daya.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan sebuah ekosistem pendidikan yang mampu menampung dan menjangkau ribuan peserta di masa depan.
Momentum besar ini berpuncak pada acara penutupan Doom English Training Program 2026 yang digelar secara resmi di Balai Pertemuan Distrik Sorong Kepulauan, Jumat (8/5/2026).
Acara tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang antusias menyaksikan kebangkitan literasi bahasa asing dari pulau bersejarah, Pulau Doom.
Pelatihan intensif yang berlangsung selama lima hari ini tidak hanya sekadar memberikan ilmu, namun juga sukses mengukir sejarah dengan meraih dua Rekor MURI sekaligus.
Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia tersebut diberikan untuk dua kategori prestisius, yaitu pelatihan peserta Bahasa Inggris terbanyak dan pelatihan calon pengajar (trainer) Bahasa Inggris terbanyak dalam satu periode program.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua Barat Daya karena mampu menggerakkan 571 peserta lintas usia dan profesi dari wilayah kepulauan dalam waktu yang sangat singkat.
Melalui lembaga Doom Education yang baru diluncurkan, yayasan menargetkan pengembangan hingga 2.000 peserta ke depan dengan melibatkan tenaga pengajar muda asli Papua yang telah dilatih secara intensif.
Penggagas program sekaligus Pembina Yayasan Pulau Doom, Engelin Yolanda Kardinal, menyebut keberhasilan ini sebagai langkah awal membangun gerakan pendidikan jangka panjang yang inklusif.
Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan skill generasi muda dalam menghadapi arus pariwisata global. “Harapan saya anak-anak ke depan sudah bisa berbahasa Inggris dengan baik dan bisa go international seperti daerah lain. Kita ini daerah wisata, banyak orang datang dari berbagai tempat, jadi kita harus siap,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Peserta-pelatihann.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.