Minggu, 10 Mei 2026

Sosok Brigadir Arya Supena, Intel yang Tewas Ditembak Maling Motor di Bandar Lampung

Anggota kepolisian Polda Lampung, Brigadir Arya Supena (32), tewas ditembak maling motor, Sabtu (9/5/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
POLISI DITEMBAK MALING Brigadir Arya Supena semasa hidup. Brigadir Arya tewas ditembak pelaku curanmor di Bandar Lampung setelah dinas atau piket. 
Ringkasan Berita:
  • Anggota kepolisian Polda Lampung, Brigadir Arya Supena (32), tewas ditembak maling motor, Sabtu (9/5/2026).
  • Ia merupakan anggota Intel Keamanan Negara (Kamneg) Polda Lampung.
  • Brigadir Arya, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan suatu negara. 

Dalam perspektif nasional, tugas polisi tidak hanya sebatas menindak pelaku kejahatan, tetapi juga menjaga ketertiban masyarakat, melindungi hak warga negara, serta mendukung pembangunan nasional. 

Keberadaan institusi kepolisian menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan tertib.

Tak jarang dalam menjalankan tugasnya, polisi harus bertaruh nyawa.

Seperti yang dialami Brigadir Arya Supena (32), anggota kepolisian Polda Lampung.

Ia tewas setelah menegur maling motor. Brigadir Arya ditembak dari jarak dekat oleh pelaku.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).

Brigadir Arya Supena merupakan anggota Intel Keamanan Negara (Kamneg) Polda Lampung.

Intel adalah satuan fungsi kepolisian yang bertugas sebagai 'mata dan telinga' kepolisian.

Tugasnya mengumpulkan, mengolah, dan menyakijak informasi untuk mendeteksi dini ancaman keamanan.

Mereka sering bekerja tanpa seragam (penyamaran) untuk melakukan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan guna menjaga stabilitas.

Baca juga: Anggota Intel Polda Lampung Tewas usai Tegur Maling Motor, Ditembak dari Jarak Dekat

Saat kejadian tragis merenggut nyawa Brigadir Arya, ia tak mengenakan seragam polisi, melainkan pakaian preman lantaran ia seorang intel.

Pangkat Brigadir yang disandang Brigadir Arya adalah pangkat dalam kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang tergolong dalam tingkat Bintara.

Pangkat ini berada di atas Brigadir Polisi Satu (Briptu) dan di bawah Brigadir Polisi Kepala (Bripka).

Tanda pangkatnya tiga balok panah perak.

Brigadir Arya tercatat sebagai warga Jalan Mata Intan, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

Ia memiliki seorang istri bernama Jovita.

Dari pernikahannya itu, Brigadir Arya dikaruniai dua orang anak.

Kepergian Brigadir Arya pun menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Terutama sang istri. Jovita tak kuasa menahan kesidihannya saat keluar dari kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Sabtu.

Berdasarkan pantauan TribunLampung.co.id, Jovita yang mengenakan baju berwarna kuning dan jilbab cokelat tampak keluar dari kamar jenazah sekira pukul 11.18 WIB.

Ia dibantu menggunakan kursi roda ke arah ruang tunggu gedung RS Bhayangkara.

Di matanya, sang suami merupakan orang yang baik.

"Dia orang baik," ujarnya sambil berlalu menggunakan kursi roda ke arah ruang tunggu Rumah Sakit Bhayangkara.

Petugas Olah TKP

Sementara itu, Polda Lampung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penembakan Brigadir Arya.

Olah TKP dilakukan di depan Toko Yussy Akmal, yang saat ini area parkirnya telah disterilkan.

Garis polisi berwarna kuning melintang menutupi area depan toko hingga menyentuh trotoar jalan.

Petugas dari tim Inafis Polresta Bandar Lampung tampak teliti menyisir setiap sudut area parkir guna mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan mencari proyektil serta senjata korban yang dikabarkan hilang.

Di dalam area garis polisi, masih terparkir sepeda motor Honda beat Srteet dengan nomor polisi BG 6138 ACY.

Kendaraan itu milik Brigadir Arya.

Sementara di sebelahnya, terdapat dua sepeda motor Honda Beat warna hijau dan hitam.

Diduga kendaraan itu yang menjadi incaran pelaku sebelum akhirnya ditegur korban.

Kronologi Kejadian

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, peristiwa bermula pada pukul 05.30 WIB.

Saat itu, Brigadir Arya yang hendak pulang ke rumah setelah piket, melintas di Toko Yussy Akmal mengendarai sepeda motor Honda Beat Street bernomor polisi BG 6138 ACY.

Di sana, Brigadir Arya melihat ada dua pria mencurigakan, melansir TribunLampung.co.id.

Satu di antaranya terlihat merusak kunci stang sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BE 2826 NBM.

Brigadir Arya lantas menegur dua pria yang diduga maling motor itu.

Korban pada saat kejadian menggunakan baju preman karena merupakan seorang intel.

Namun, bukannya menyerah, satu pelaku justru mengeluarkan senjata api dan menembak korban dari jarak dekat.

Peluru mengenai kepala Brigadir Arya bagian samping sebelah kanan tembus ke bagian kiri.

Brigadir Arya sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, akan tetapi nyawanya tak tertolong.

"Pagi tadi kejadiannnya, Innalillahi wainnailaihi rojiun, korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara," kata Yuni.

Sementara itu, senjata api yang digunakan pelaku untuk menembak Brigadir Arya sempat terjatuh.

Pelaku kemudian mengambilnya kembali.

Saat hendak melarikan diri berboncengan, pelaku lainnya menodongkan senjata api ke arah tukang sapu.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Kesedihan Jovita, Istri Polisi Meninggal Ditembak di Bandar Lampung 'Dia Orang Baik'

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunLampung.co.id/Dominius Desmantri Barus/Didik Budiawan Cahyono/Bayu Saputra)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved