Bandara Sultan Hasanuddin Disiapkan Jadi Hub Indonesia Timur, SS Aviasi Dukung Konektivitas
Bandara Sultan Hasanuddin disiapkan jadi hub internasional Indonesia Timur, kapasitas ditarget naik hingga 15 juta penumpang.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menyiapkan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai hub penerbangan internasional Indonesia Timur.
- Kapasitas ditarget naik dari 7 juta menjadi 15 juta penumpang per tahun.
- AHY menilai langkah ini penting untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan wilayah
TRIBUNNEWS.COM - Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan disiapkan pemerintah sebagai hub strategis penerbangan internasional di kawasan Indonesia Timur.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara nasional.
Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Presiden Prabowo Subianto menyatakan penguatan konektivitas dan keselamatan transportasi nasional menjadi salah satu fokus dalam pengembangan infrastruktur transportasi.
Upaya tersebut mencakup sektor darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.
Pada sektor penerbangan, pemerintah menjalankan program penerbangan perintis untuk menjangkau wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Kementerian Perhubungan mencatat terdapat 266 rute perintis penumpang, 46 rute perintis kargo, serta satu rute subsidi udara kargo yang masih beroperasi.
Pemerintah juga melakukan penataan status bandara internasional melalui Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional yang ditetapkan pada 2 April 2024.
Melalui aturan tersebut, jumlah bandara berstatus internasional dikurangi dari 34 menjadi 17 bandara.
Kebijakan tersebut dilakukan karena sejumlah bandara dinilai belum melayani penerbangan internasional secara optimal dan sebagian besar hanya melayani rute terbatas ke negara tertentu.
Smartrie Dukung Konektivitas Udara
Di tengah upaya pemerintah mengevaluasi konektivitas udara dan optimalisasi bandara internasional, Smartrie Group melalui PT Surya Semesta Aviasi (SSA) menyatakan terlibat dalam pengembangan penerbangan internasional di Indonesia.
Founder Smartrie Group, Fiane Janne Sanger, mengatakan pihaknya mendukung pengembangan akses penerbangan internasional dan konektivitas udara nasional.
“Kami mendukung visi pemerintah dalam meningkatkan akses penerbangan internasional, pertumbuhan ekonomi daerah, pariwisata religi, dan konektivitas global Indonesia,” ujar Fiane Janne Sanger, Sabtu (9/5/2026).
SSA diketahui telah melakukan penerbangan uji coba dan operasional awal maskapai Flyadeal melalui Kota Makassar pada November tahun lalu.
Pengembangan tersebut berkaitan dengan penguatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai salah satu pusat penerbangan internasional di kawasan Indonesia Timur.