Idul Adha 2026
Cerita Supardiono, Pemilik Sontrot Sapi Bantul Berbobot 1,5 Ton Dipilih Jadi Hewan Kurban Prabowo
Sontrot, sapi milik peternak Supardiono, warga Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, jadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto.
Ringkasan Berita:
- Sontrot, sapi milik peternak Supardiono, warga Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, jadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto.
- Sapi milik Supardiono ini, berbobot sekitar 1,50 ton.
- Supardiono sudah mengelola usaha peternakannya yang diberi nama Ubi Jaya Farm sejak tahun 2022.
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah kehidupan sederhana sebagai peternak, kebahagiaan tak terduga datang saat sapi miliknya dipilih dan dibeli Presiden RI Prabowo Subianto.
Momen tersebut, menjadi cerita penuh haru sekaligus kebanggaan bagi sang peternak dan warga sekitar.
Tak terkecuali bagi peternak Supardiono (49), warga Padukuhan Salakan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Ya, sapi di peternakan Supardiono yang diberi nama Sontrot dipilih untuk dijadikan hewan kurban Idul Adha 2026 oleh Presiden Prabowo.
Rasa bahagia sekaligus bangga pun dirasakan Supardiono.
Pemilik Ubi Jaya Farm itu, menceritakan bahwa sapinya 'Sontrot' memiliki bobot sekitar 1,50 ton. Sontrot dibeli dengan harga Rp110 juta.
Namun, sebelum dibeli oleh Presiden Prabowo, rupanya pemilihan hewan kurban menggunakan proses seleksi.
"Kebetulan saya ada teman dari dinas di Bantul, terus mau diajukan (untuk seleksi kurban dan dibeli Presiden Prabowo). Ya monggo, silakan," ceritanya, saat dijumpai di tempat usahanya, Rabu (13/5/2026), dilansir TribunJogja.com.
Dalam hal ini, Supardiono sempat mengajukan tiga ekor sapi jenis Limousin, Moncong, dan Simmental.
Hasilnya, sapi jenis Simmental atau diberi nama Sontrot dinyatakan lolos seleksi.
Baca juga: Permintaan Hewan Kurban Diprediksi Naik, Kementan: Stok Surplus 891 Ribu Ekor
Senang dan Bangga
Supardiono pun mengaku senang, sapi berusia tiga tahun miliknya itu bisa terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI.
Rencananya, Sontrot disembelih untuk kurban di Kota Yogyakarta.
"Ya senang sekali (sapi lokal dibeli untuk kurban Presiden Prabowo)."
"Peternak seperti kita kan merasa bangga saat hasil ternaknya dipakai oleh orang nomor satu di Indonesia. Bangga banget," ungkapnya.
Usaha sejak 2022
Masih mengutip Tribun Jogja, Supardiono sudah mengelola usaha peternakannya yang diberi nama Ubi Jaya Farm sejak tahun 2022.
Menurutnya, Sontrot menjadi sapi pertama yang dibeli oleh Presiden Prabowo.
Supardiono menceritakan, nama Sontrot diambil mengingat ia merupakan penjual ubi atau telo di pasar. Sementara itu, sontrot menjadi isi atau akar serabut yang terletak di tengah-tengah ubi. Sehingga, ia memakai nama Sontrot yang disematkan di sapi miliknya.
"Sapi Sontrot kebetulan anakan sendiri dari sini. Dan yang sapi besar-besar ini juga kebetulan anakan sendiri," ungkap Supardiono.
Perawatan Sapi
Dalam proses perawatan sapi, bukanlah hal mudah. Sebab, menurut Supardiono, pada tahap pemberian makan, pengawasan kesehatan, dan kebersihan kandang menjadi tantangan sendiri.
Bahkan, Supardiono harus dibantu oleh dua pekerja.
Sebelumnya, ia hanya menjual ubi dan memiliki hobi koleksi burung.
"Sebelum usaha jual beli sapi ini, saya jual ubi. Terus saya beralih jual sapi karena punya hobi rawat hewan, rawat burung gitu," tuturnya.
Sapi Berbobot 1 Ton di Sukoharjo Dibeli Presiden
Kebahagian lain juga dirasakan sosok Pemilik peternakan di Sukoharjo, Jawa Tengah, bernama Kuncoro.
Pasalnya, sapi di peternakannya yang diberi nama Parikesit, dipilih jadi sapi kurban Prabowo Subianto.
Baca juga: Kurban Sapi Bisa untuk Berapa Orang? Ini Ketentuan dan Penjelasannya sesuai Syariat
Adapun berat Parikesit ini tak kalah dengan lainnya, yakni 1 ton 13 kilogram.
Tak heran, sapi jumbo jadi perhatian publik, apalagi Parikesit ternyata memiliki sifat yang cukup pemalu.
Dikutip dari TribunSolo.com, sapi berwarna cokelat itu beberapa kali terlihat gelisah ketika banyak orang mendekat untuk melihatnya di kandang Mulyani Rejeki Farm, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Minggu (10/5/2026).
Penjaga kandang beberapa kali terlihat menenangkan Parikesit di tengah keramaian warga dan awak media. Namun, ketika diberi pakan, sapi jantan berusia empat tahun itu, terlihat lebih santai.
Kuncoro menjelaskan, Parikesit mendapatkan perawatan khusus sejak kecil. Sapi berukuran besar itu, membutuhkan perhatian ekstra agar tetap sehat dan memenuhi standar sebagai hewan kurban Presiden.
Selain pakan bernutrisi tinggi, perawatan rutin seperti menjaga kebersihan kandang, memandikan sapi hingga vaksinasi juga dilakukan secara berkala.
Parikesit adalah sapi peranakan Simental hasil persilangan sapi PO dengan pejantan Simental melalui program inseminasi buatan.
Kuncoro menyebut, sapi tersebut dirawat secara khusus sejak kecil, termasuk proses pembibitan yang dilakukan oleh mantri ternak terbaik di Sukoharjo.
“Iya dari kecil sudah dirawat khusus. Ini hasil inseminasi buatan dari mantri terbaik di Sukoharjo,” kata Pemilik peternakan.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunJogja.com/Neti Istimewa Rukmana, TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.