Jumat, 15 Mei 2026

Kepiting Karaka Mimika Tembus Malaysia dan Singapura, Dorong Peluang UMKM Ekspor

Angka tersebut hampir menyamai total capaian ekspor sepanjang tahun 2025, meski tahun 2026 baru berjalan lima bulan.

Tayang:
Penulis: Erik S
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/HO
Sebanyak 4.290 kilogram kepiting karaka hasil tangkapan lokal di Kabupaten Mimika, Papua Tengah diekspor ke Malaysia dan Singapura oleh PT Hokky Laut Perkasa dengan nilai devisa mencapai Rp186,4 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Ekspor kepiting karaka Mimika menuju Malaysia dan Singapura menghasilkan devisa Rp186,4 juta bagi daerah setempat.
  • Hingga Mei 2026, ekspor kepiting bakau hidup Mimika mencapai 19.245 kilogram bernilai Rp1,05 miliar.
  • Pemerintah dan Bea Cukai mendukung UMKM perikanan Mimika melalui pelatihan, promosi, serta pendampingan ekspor internasional.

TRIBUNNEWS.COM, TIMIKA - Sebanyak 4.290 kilogram kepiting karaka hasil tangkapan lokal di Kabupaten Mimika, Papua Tengah diekspor ke Malaysia dan Singapura oleh PT Hokky Laut Perkasa dengan nilai devisa mencapai Rp186,4 juta.

Capaian ini menjadi kabar positif bagi masyarakat dan pelaku usaha perikanan di Mimika karena menunjukkan tingginya permintaan pasar global terhadap komoditas laut asal daerah tersebut. 

Berdasarkan data hingga awal Mei 2026, total ekspor kepiting bakau hidup dari Mimika telah mencapai 19.245 kilogram dengan nilai ekonomi sebesar Rp1,05 miliar.

Angka tersebut hampir menyamai total capaian ekspor sepanjang tahun 2025, meski tahun 2026 baru berjalan lima bulan.

Peningkatan ini sekaligus mencerminkan semakin baiknya kualitas produk dan kesiapan pelaku usaha lokal dalam memenuhi standar ekspor internasional. 


Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan keberhasilan ekspor ini membuka peluang yang lebih luas bagi perekonomian daerah, khususnya bagi UMKM dan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan.

"Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui pembinaan, pelatihan SDM, hingga penguatan akses promosi. Kami ingin UMKM di Mimika terus berkembang secara kualitas dan kuantitas agar mampu bersaing di tingkat internasional," ujarnya.

Selain memberikan dampak ekonomi bagi daerah, aktivitas ekspor tersebut juga memperluas kesempatan usaha bagi nelayan, pelaku distribusi, hingga UMKM pengolahan hasil laut di Mimika. 

Kemudahan akses pasar luar negeri diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat rantai ekonomi lokal berbasis potensi daerah.


Di sisi lain, pendampingan kepada pelaku usaha terus dilakukan agar proses ekspor semakin mudah dipahami masyarakat.

Melalui program KLIK-PACE (Klinik Ekspor), Bea Cukai Timika memberikan asistensi kepada UMKM dan eksportir, mulai dari identifikasi produk potensial, sosialisasi prosedur ekspor, hingga pendampingan penyusunan dokumen dan promosi.

Kepala Kantor Bea Cukai Timika, Yudi Amirullah, menegaskan pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan transparan bagi masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa ekspor ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal untuk melahirkan lebih banyak eksportir baru dari Mimika yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Papua, Encep Dudi Ginanjar, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor komoditas perikanan dari Mimika menunjukkan besarnya potensi ekonomi Papua apabila didukung kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

"Ekspor ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan UMKM, serta memperkuat daya saing produk unggulan Papua di pasar internasional," katanya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved