Kasus Bocah Tewas di Rohul Diduga Dianiaya Ibu, Rumah Ditutup 2 Hari Sebelum Didobrak Warga
Rumah tertutup dua hari, bocah di Rohul ditemukan tewas diduga dianiaya ibu kandung. Pelaku disebut sempat kesurupan
Namun, warga menyebut ibu korban saat itu sedang mengalami kesurupan.
“Setiap kali kami tanya, suaminya selalu bilang, ‘Itu bukan urusanmu, pergi kau,’” kata Candra.
Pada Selasa (13/5/2026), seorang pekerja kebun bernama Udin disebut datang membantu mengobati pelaku secara mistis.
Karena itulah warga menganggap kondisi rumah yang tertutup rapat masih bisa dimaklumi.
Warga juga sempat mendengar suara erangan dari dalam rumah, namun mengira suara tersebut berasal dari pelaku yang sedang diobati.
Kecurigaan kembali muncul keesokan harinya karena rumah tetap tertutup, sementara Udin sudah tidak berada di lokasi.
Dadang mengaku sempat meminta pekerja lain menghentikan aktivitas kebun sekitar pukul 10.00 WIB agar dapat membantu keluarga tersebut.
Baca juga: Kronologi Ayah, Nenek dan 2 Anak Dibunuh di Musi Banyuasin, Pelaku ke Rumah Korban untuk Tagih Utang
Namun niat itu urung dilakukan karena respons Wahyu yang menolak campur tangan warga.
Menjelang pukul 17.00 WIB, warga akhirnya memberanikan diri mendobrak pintu rumah.
“Kami tarik pelaku dari tubuh korban. Waktu itu korban memang sudah meninggal,” ujar Dadang.
Warga juga melihat wajah korban sudah lebam dan diduga mengalami pemukulan.
“Kami juga mengeluarkan rambut dari mulut korban. Entah apa yang dilakukan pelaku terhadap korban,” kata warga lainnya, Herman Vijay.
Warga mengaku menyesal terlambat mendobrak pintu rumah.
Mereka yakin korban mungkin masih bisa diselamatkan jika pertolongan dilakukan lebih cepat.
“Kalau lebih cepat kami dobrak, mungkin korban masih bisa selamat,” ujar warga dengan nada sedih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bunuh1222222.jpg)