Ayah dan Anak Sekongkol Siram Air Keras ke Penjual Tempe di Pacitan, Terancam Penjara 4 Tahun
Penjual tempe di Pacitan, Jawa Timur menjadi korban penyiraman air keras. Pelaku ternyata ayah dan anak.
Ringkasan Berita:
- Penjual tempe di Pacitan menjadi korban penyiraman air keras.
- Pelakunya ternyata ayah dan anak.
- Kedua tersangka telah merencanakan aksi itu dengan matang.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus penyiraman air keras menjadi satu di antara bentuk kekerasan yang tergolong brutal di Indonesia.
Kekerasan tersebut tidak hanya menyebabkan luka fisik serius, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis berkepanjangan bagi korban.
Kejadian tragis itu juga menimpa seorang penjual tempe bernama Eko Susanto, warga Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Ia menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal, Rabu (13/5/2026).
Seminggu pascainsiden itu, polisi menangkap pelaku yang terdiri dari ayah dan anak.
Pelaku adalah Sayitno (58) dan Ridho Candar Gusti (26), warga Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.
Kedua pelaku ditangkap di kediamannya.
“Kami lakukan penyelidikan mendalam. Menyisir satu per satu lokasi sehingga ditangkap kedua pelaku yang merupakan ayah dan anak ini di rumahnya,” ungkap Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Kamis (21/5/2026), dilansir TribunJatim.com.
Dari hasil penyelidikan sementara, keduanya telah merencanakan aksi penyiraman air keras terhadap korban.
Kedua tersangka berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario.
“Sayitno di belakang atau dibonceng dengan membawa air keras. Sedangkan anaknya Ridho yang di depan,” kata mantan Kasatreskrim Polres Gresik ini.
Baca juga: Praperadilan Kasus Air Keras Andrie Yunus Disebut Jadi Ujian Negara Cegah Impunitas
Ayah dan anak itu telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.
Agar tak dikenali, mereka menggunakan penutup wajah, helm, serta jas hujan.
Sesampainya di pinggir jalan masuk Desa Pagerejo, Kecamayan Ngadirojo, kedua tersangka berpapasan dengan korban.
Lalu, keduanya berbalik arah dan melewati jalan tengah sawah masuk Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penjual-tempe-disiram-air-keras-di-Pacitan.jpg)