Berawal dari Main Game, Siswa SMP di Singkawang Pecah Tempurung Kepala Usai Dianiaya Teman
Siswa SMP Singkawang alami pecah tengkorak usai dipukul palu oleh temannya, kasus penganiayaan brutal kini ditangani polisi.
Ringkasan Berita:
- Perselisihan kecil saat bermain game berujung tragedi di Singkawang. Wesley (12), siswa SMP, mengalami pecah tengkorak setelah dipukul palu oleh temannya.
- Korban kini dirawat intensif di RSUD Abdul Aziz. Keluarga berharap ada tanggung jawab dari pelaku.
- Kasus sudah dilaporkan ke polisi dan jadi perhatian DPRD serta Pemkot
TRIBUNNEWS.COM - Berawal dari permainan game, suasana akrab antar siswa SMP di Singkawang berubah menjadi tragedi.
Seorang pelajar harus dilarikan ke rumah sakit setelah tempurung kepalanya pecah akibat dianiaya oleh temannya sendiri.
Berawal dari Perselisihan Saat Bermain Game
Menurut keluarga, persoalan bermula dari perselisihan kecil saat bermain game beberapa waktu lalu.
Sejak saat itu, pelaku disebut beberapa kali mengajak korban berkelahi.
“Anak saya tidak pernah menanggapi ajakan berkelahi itu. Tapi karena terus diajak, anak saya akhirnya bertanya kenapa selalu diajak berkelahi padahal mereka berteman baik,” kata ibu korban, C (38).
Perselisihan sempat memicu perkelahian kecil. Namun, beberapa bulan kemudian masalah kembali memanas.
Pada Jumat pekan lalu, korban sedang bermain di rumah temannya di kawasan Jalan KS Tubun, Kota Singkawang.
Saat itulah pelaku diduga datang dan langsung memukul kepala korban menggunakan palu.
Korban langsung kejang-kejang dan dilarikan ke rumah sakit setelah warga serta teman-temannya memberi tahu pihak keluarga.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami pecah pada bagian tengkorak kepala dan masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Pihak keluarga menyebut korban kemungkinan masih harus menjalani terapi hingga operasi pemasangan tempurung kepala. Selain itu, salah satu kaki korban juga belum bisa digerakkan secara normal.
“Kami orang susah. Pengobatan masih panjang dan sekarang masih pakai BPJS. Kami berharap ada tanggung jawab dari pihak pelaku,” ungkap C.
Baca juga: Oknum Polisi di Majene Sulbar yang Aniaya Warga Hingga Tewas Divonis Bebas, Begini Kata Jaksa
Diduga Sudah Direncanakan
Keluarga menduga aksi penganiayaan tersebut sudah direncanakan sebelumnya.
C mengaku sempat melihat pelaku beberapa kali mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian sebelum insiden terjadi.
“Sebelum kejadian pelaku sempat bolak-balik di sekitar lokasi dan memantau,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Siswa-SMP-Singkawang-alami-pecah-tengkorak.jpg)