Tambak Garam Pertama di Rote Ndao NTT Siap Perkuat Swasembada Nasional
Pemerintah membangun K-SIGN Tahap II di Rote Ndao untuk memperkuat industri garam nasional strategis.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah membangun K-SIGN Tahap II di Rote Ndao untuk memperkuat industri garam nasional strategis.
- Wapres Gibran menilai proyek tersebut penting memenuhi kebutuhan garam nasional mencapai lima juta ton tahunan.
- Proyek tambak garam meningkatkan produksi, mengurangi impor, serta membuka lapangan pekerjaan masyarakat sekitar daerah setempat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Tahap II tahun 2026 dibangun di Kabupaten Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi daerah sekaligus memperkuat industri garam nasional.
Dukungan terhadap proyek ini terlihat dari kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke lokasi tersebut, didampingi oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah, Senior Vice President Divisi Infrastruktur 1 Alfriady Zuliansyah, Senior Vice President Divisi Supply Chain Management Cut Raisa serta Vice President Produksi 2 Edden Umaga Dinata.
Wapres menegaskan bahwa kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri.
Karena itu, proyek pengembangan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional.
“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu,makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri.” ujar Wapres, Jumat (22/05/2026).
Proyek tersebut juga sejalan dengan visi Astacita Presiden dalam mendorong kemandirian ekonomi dan mewujudkan swasembada komoditas strategis nasional.
Pemerintah menargetkan produksi garam dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor serta meningkatkan daya saing nasional.
Tambak garam di Rote Ndao dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun. Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, diharapkan mampu meningkatkan kualitas garam sekaligus efisiensi produksi.
Selain itu, proyek ini juga turut mendorong peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi lokal dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, baik sebagai petani garam maupun tenaga pelaksana pekerjaan.
Sebagai pelaksana konstruksi, PT Nindya Karya (Persero) menegaskan komitmennya terus mendukung program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri di tanah air
Pemkab Pastikan Kesiapan Lahan
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memastikan kesiapan lahan terpadu untuk pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Tahap II tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Pertemuan tersebut digelar untuk melakukan sinkronisasi program guna mempercepat realisasi pembangunan fisik K-SIGN yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kunjungan-wapres-gibran-1.jpg)